Jangan mengira bahwa “Cek-G(u)” menjauhimu. Karena itu hanya sebuah perkiraan yang salah. Bisa dibilang “Cek-G(u)”
hanya sedikit lebih diam, itupun bukan karena suatu kepribadianmu yang muncul
belakangan. Aku tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, sebab inilah aku yang
terkadang mampu menebak-nebak sesuatu hal sebelumnya. Dan itu ternyata betul.
Mungkin itulah alasan kenapa aku tidak terlalu kaget saat mengetahuinya.
Semua itu bisa diperbaiki, selama seseorang menyadari dan mau
berubah.
Berkali-kali anda juga menanyakan apakah aku kecewa. Tapi aku tetap
berkata “tidak juga, kecewa ya kecewa, tapi nggak sampai bagaimana-bagaimananya.”
Rasa kecewa itu wajar, terlebih jika suatu hal itu tidak kita sangkah-sangkah
sebelumnya dan ternyata berbanding terbalik dengan perkiraan diwaktu silam.
Kini, ada suatu hal yang membuat rasa kecewa yang kemarin-kemarin
mengkhawatirkanmu itu, betul-betul menjadi rasa kecewa bagi “Cek-G(u)”. Barulah aku akui, “Jika aku benar-benar kecewa”.
Ternyata tanggapanmu seperti itu selama ini dan menurutku itu sebuah hal yang
kurang baik. Itulah alasan sehingga kecewa itu telah mencapai level kecewa yang
sebenarnya. Tapi, anda sama sekali tidak menyadari itu, dan terus merasa semua
baik-baik saja.
“Cek-G(u)” tidak menyalahkan siapa-siapa. Saling berbeda pendapat
itu adalah sebuah kewajaran. Tetaplah bersahaja, jangan sampai suatu hal
mengganggu kesehatan.