Kamis, 31 Desember 2015

22 Tahun

            Sempat hadir luka dan rasa yang tidak mampu kukendalikan. Sekiranya itu semua hanya sekedar angin lalu yang berhembus, menghempas hati. Coret-coretan lenyap, bait-bait tulisan sirna begitu saja. Meruntuhkan sepotong harapan yang telah membumbung.

            Kecewa dan marah pada diriku sendiri, hanya akan menjadikanku hina dihadapan-Nya. Kumenutup mata, menghirup oksigen yang begitu mahal harganya. Kubiarkan jiwaku menangis, hingga matapun tak sanggup lagi mengeluarkan butiran-butirannya. Kumencoba bangkit dan mengusap sisa air mata yang menghalangi pandangan.

            Ga’, sadarlah!!!
            Semua adalah ujian kesabaran dan ujian kedewasaan di usia 22 tahun ini. Semua ada hikmah di baliknya dan ada sesuatu yang lebih indah telah disiapkan oleh-Nya. Akhirnya, mengikhlaskan dengan sepenuh hati. Senyum yang selama ini hilang, kini kembali terpancar lagi.

            22 tahun sebagai penghujung study-ku kali ini, berharap dapat selesai sebelum 23 kembali menghampiri dan juga semogaaa... hmmm... J ada deh...

            Terima kasih buat semuanya, atas do’a yang berhamburan untukku. Semoga do’a kalian diijabah oleh Sang Pemilik Segalanya. Amiiin... Terima kasih yang masih mengingat 31 Desember ini. Terima kasih tak terhingga, baik yang diucapkan di FB, Messenger, BBM, SMS dan juga yang mengucapkan langsung. Xie xie

            Terima kasih buat seluruh keluarga, terkhusus Bapak dan Adikku. I Love U All... Semoga di umur yang 22 ini, saya semakin lebih baik lagi, dimurahkan rezeki untuk terus belajar dan berbagi dengan sesama. Semoga selalu ditunjukkan cahaya agar terus dan semakin mendekatkan diri pada-Nya. Amiiin...

            Hampir lupa, buat seluruh teman yang membuat saya harus mandi tengah malam di detik-detik pergantian tahun masehi. Kalian luar biasa, jail. J sarebba yang lumayan masih panas, minuman dingin dan sampai air bekas cucian, mengguyurku. Hufff... eh ditambah isi lemari yang berantakan, lipatan pakaian hancur bahkan jilbab-jilbabku pun dihambur-hamburkan di ranjang. Pintu kamar terkunci dari dalamlah dan tidak mau dibukakan.  Hebat...

            Traktirannya dirayakan asrama, he he he maksudnya sekaligus dengan acara yang diadakan Ma’had Aly, makan-makan bareng bersama SANAD Tafsir Hadis.

            Semua itu karena cinta persaudaraan, sekali lagi terima kasih. Terima kasih juga buat cendra mata dan hati yang diberikan untuk saya. Sebab kemungkinan besar juga ini 31 Desember terakhir di asrama tercinta “Ma’had Aly”.

            Lagi dan lagi terima kasih...
            Kalian semua ISTIMEWA. J

                                                                        Makassar, 31 Desember 2015
                                                                        Tertanda:

                                                                        Megawati.B (Vio)