Aku
benar-benar tidak bisa menyaksikan sebuah penderitaan, sebuah tangisan dan air
mata, suara rintihan dibalut pedih yang menyayat kalbuku. Mungkin itu salah
satu yang menjadi penyebab mengapa aku tidak berminat pada pekerjaan rumah
sakit, kepolisian dan bahkan yang berbau persenjataan. Rasa bela sungkawa yang
sangat kuat, rasa tak sanggup melihat orang lain menderita. Bahkan jiwaku ini
membuat aku tidak tertarik bersanding nantinya dengan lelaki yang memiliki
pekerjaan dalam bidang itu. Aku tak sanggup jika nantinya aku hampir setiap
hari menyaksikan orang-orang harus kesakitan ditempat pekerjaan suamiku. Meskipun beberapa
teman memberikan sebait pandangan
tentang perbedaan pendapat mereka, berusaha mencoba meyakinkan aku, jika semua itu
tak seperti apa yang aku fikirkan. Semua itu tak berpengaruh padaku.
Mungkin
masih ada lelaki disana yang tidak harus mendapatkan pekerjaan dibidang itu.
sebab rasa ketakutan ku itu dan rasa tak tegaanku ini membuat aku tak tertarik
dengan orang-orang yang bekerja seperti itu. Sebenarnya itu bukan kekerasan
yang berlebih, tapi tetap saja, mereka terkadang keras fisik terhadap sesuatu
dalam aktifitas pekerjaannya.
Aku
benar-benar tidak sanggup dengan kekerasan. Sangat tak sanggup. Dari kecil aku
hampir sering nangis jika diajak berbicara dengan suara keras, aku tak bisa di
ajak becanda dengan suara yag lantang.. Sebab itulah aku, anak sulung yang
dilahirkan di tanah Bugis dengan kedua orangtua yang sangat baik dan sangat
sabar.
Kembali pada
persoalan menyakiti orang lain. Semua bisa menghadapkan pandangan melihat problamatika besar yang sedang gempar di
belahan dunia yaitu tentang Gaza. Kisah Gaza Ini membuat hatiku teriris sakit. Perih
mendengar histeris suara insan yang penuh dengan ketakutan, ngiluh mendengar
kabar mereka semakin habis ditelan senjata. Kapan semua itu akan berakhir?
Kapan?
Setiap
teman yang mengirim gambar keadaan Gaza, setiap berita yang ditayangkan media
tentang Gaza, tak sanggup ku lihat. Aku marah, aku kesel, aku berkecamuk dengan
perasaanku yang tak bisa menerima perbuatan mereka. Aku khawatir Sang Pencipta
murka pada orang-orang seperti mereka. Bahkan teater tentang Gaza yang
dipersambahkan pada seminar tadi, membuat kelopak mata ini tak bisa membendung
aliran air mata yang ingin meluap. Air mata ini sakit, sakit yang mulai
mengalir dari dalam hati.
Dari
banyaknya ayat al-Qur'an, penulis hanya mencantumkan tiga ayat dari sekian banyak ayat yang menjelaskan
hukuman bagi orang-orang yang berada dalam sebuah potensi keburukan tanpa
bertaubat sebelum nyawa menjemputnya.
1. Q.S.
An-Naml : 90
وَمَن
جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِى ٱلنَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا
مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Terjemahnya:
Dan barang siapa yang membawa
kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu
dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.
2. Q,S
Saba: 42
فَٱلْيَوْمَ لَا يَمْلِكُ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ نَّفْعًا
وَلَا ضَرًّا وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّتِى
كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ
Terjemahnya:
Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa
(untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian
yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim: "Rasakanlah
olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu".
Q.S Az-Zumar-72
قِيلَ
ٱدْخُلُوٓا۟ أَبْوَٰبَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى
ٱلْمُتَكَبِّرِينَ
Terjemahnya:
Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam
itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam itulah
seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar