Senin, 10 November 2014

Rindu dan ketakutan ini

        Mama sayang…
        Mama belahan jiwaku…
        Mama… Nanda rindu sama mama, Nanda kangen sama mama, Nanda sangat sayang sama mama…
        Ma’… Apakah Nanda sangat berdosa pada Allah? Apakah Allah benci pada Nanda? Dan apakah nanda telah durhaka pada mama, sehingga Allah murka pada Nanda… sehingga, Allah mengambil Mama dari Nanda…
        Ma’,,, dengarkan Nanda, dengarkan suara rindu anakmu ini… Mama jangan ikut marah pada Nanda. Ma’, jika itu bisa, maka Nanda akan ikut sama mama. Tapi Nanda juga takut, Nanda takut pada Allah. Nanda takut, jika Allah menghukum mama gara-gara Nanda, Nanda takut, jika Allah membuat mama merasakan panasnya api neraka disebabkan karena kelakuan Nanda di dunia. Nanda takut ma… izinkanlah Nanda menggerahkan sekuat tenaga dan hati Nanda agar terus mengumpulkan mutiara-mutiara surge itu.
        Ma, maafkan Nanda. Maafkan Nanda, Ma’….
        Ma’… Nanda teringat salah satu mimpi nanda, ketika mama ingin menjemput Nanda, tapi Nanda menolak,,, bukannya Nanda benci mama, bukannya Nanda tidak cinta sama mama, tapi lagi-lagi rasa ketakutan ku itulah alasannya… biarlah Nanda berusaha di dunia ini dengan kebaikan, biarlah umur yang diberikan Allah pada Nanda ini, bisa membawa Mama ke JANNAH –Nya, begitu juga dengan Bapak dan adik. Nanda ingin, kita semua kelak berada dalam tempat itu, tempat dimana semua pasang mata ingin kesana, tanpa hisab.
        Ma’… sekali lagi, maafkan Nanda…
        Nanda memang tidak sepintar dan secerdas orang-orang di luar sana. Tapi, Nanda bangga dengan akhlak yang dianugrahkan pada Nanda, akhlak yang sepertinya tertuang dari diri mama juga. Ma, aku bangga, aku bangga punya ibu seperti mama, punya Ayah seperti Bapak, dan punya adik seperti dede’.
        Rindu untukmu Ma’…


Dalam Q.S AL-Ahqaf 46:15.
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ إِحْسَٰنًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
Terjemahnya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar