Sungguh beda, insan di era
tradisonal dengan era modern ini. Orang-orang dahulu lebih cerdas dibanding
orang-orang belakangan ini. Tidak usah menengok ke belakang terlalu jauh, bisa
dilihat para ulama, ahli ilmu umum dan senior-senior diluar sana. Mereka sukses
dengan ilmu yang berkah, sedangkan kita masih perlu belajar dengan sungguh-sungguh.
Tahukah
sahabat, mereka menuntut ilmu dengan susah payah. Mereka harus mendaki gunung,
bukit bahkan menyeberangi lautan rintangan yang begitu keras, tanpa alat
transportasi yang lengkap. Mereka harus menulis dengan tangannya tanpa alat
bantu modern seperti kita saat ini. Mereka harus mencari tahu ilmu itu sedalam
mungkin, tanpa bantuan program-program seperti yang kita install dalam leptop
kita, sahabat.
Aku
terkadang iri dengan mereka. Cemburu dengan kepintaran yang mereka miliki.
Mungkin itulah salah satu alasan, mengapa ilmu mereka bertahan dan berkah.
Sebab, mereka harus memeras keringat terlebih dahulu untuk mendapatkannya.
Mereka selalu bersabar dalam segala macam cobaan ilmu.
Mereka
tidak membangkang pada guru-guru yang telah memberi ilmu untuknya. Mereka juga
dengan senang hati membantu orang-orang yang ikhlas memberikan ilmunya pada
mereka. Subhanallah…
Sedangkan,
di era modernisasi ini, hampir sebagian besar pemuda-pemudi, menganggap reme
segala hal. Menganggap enteng sebuah ilmu, bahkan buku seakan disejajarkan
dengan kedua penopangnya. Padahal, sahabat tahu, orang-orang dulu begitu
mulianya sebuah ilmu baginya, sampai-sampai jika ada sekertas ilmu saja, mereka
menghargainya dengan baik. Mereka mempelajarinya dan menyimpannya dengan rapi.
Mungkin,
karena saat ini semua serba canggih. Semua jadi terasa ringan, sehingga itu
membuat pemuda-pemudi jadi malas mencari tahu. Karena semua mudah, mereka jadi
meremehkan segalanya.
Sahabat
Vio, jangan malas-malas yaaa! Ayo, semangat!!! J J J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar