Senin, 24 November 2014

Benar-benar beda

        Sungguh beda, insan di era tradisonal dengan era modern ini. Orang-orang dahulu lebih cerdas dibanding orang-orang belakangan ini. Tidak usah menengok ke belakang terlalu jauh, bisa dilihat para ulama, ahli ilmu umum dan senior-senior diluar sana. Mereka sukses dengan ilmu yang berkah, sedangkan kita masih perlu belajar dengan sungguh-sungguh.

          Tahukah sahabat, mereka menuntut ilmu dengan susah payah. Mereka harus mendaki gunung, bukit bahkan menyeberangi lautan rintangan yang begitu keras, tanpa alat transportasi yang lengkap. Mereka harus menulis dengan tangannya tanpa alat bantu modern seperti kita saat ini. Mereka harus mencari tahu ilmu itu sedalam mungkin, tanpa bantuan program-program seperti yang kita install dalam leptop kita, sahabat.

          Aku terkadang iri dengan mereka. Cemburu dengan kepintaran yang mereka miliki. Mungkin itulah salah satu alasan, mengapa ilmu mereka bertahan dan berkah. Sebab, mereka harus memeras keringat terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Mereka selalu bersabar dalam segala macam cobaan ilmu.

        Mereka tidak membangkang pada guru-guru yang telah memberi ilmu untuknya. Mereka juga dengan senang hati membantu orang-orang yang ikhlas memberikan ilmunya pada mereka. Subhanallah…

          Sedangkan, di era modernisasi ini, hampir sebagian besar pemuda-pemudi, menganggap reme segala hal. Menganggap enteng sebuah ilmu, bahkan buku seakan disejajarkan dengan kedua penopangnya. Padahal, sahabat tahu, orang-orang dulu begitu mulianya sebuah ilmu baginya, sampai-sampai jika ada sekertas ilmu saja, mereka menghargainya dengan baik. Mereka mempelajarinya dan menyimpannya dengan rapi.

          Mungkin, karena saat ini semua serba canggih. Semua jadi terasa ringan, sehingga itu membuat pemuda-pemudi jadi malas mencari tahu. Karena semua mudah, mereka jadi meremehkan segalanya.


          Sahabat Vio, jangan malas-malas yaaa! Ayo, semangat!!! J J J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar