Sedih, miris rasanya, melihat mereka. Orang-orang
lemah di luar sana yang menjerit meminta tolong. Seandainya bisa, seandainya
mereka tidak malu, mereka akan berteriak di depan kalian. Ya, depan kalian,
wahai para penghambur-hambur harta. Bahwa “Kasihanilah kami, bantu kami, tolong
kami”. Tapi, mereka tak bisa, suaranya tercekik ketakutan, batinnya menangis
kesakitan.
Air
mata ini menetes dari ujung mata bulatku, hati ini sakit melihat, mendengar
kabar kematian orang-orang diluar sana. Kenapa? Ada apa dengan mereka? Ya Rabb,
tolong mereka, bantu hamba agar bisa menolong mereka.
Hari
ini, 19-Nov-2014, terjadi suatu peristiwa di daerah nan jauh di sebrang sana. Tapi,
mungkin saja di luar sana juga terjadi, hanya saja kabarnya tak sampai di pendengaranku.
Disebrang
sana, seorang lelaki paruh baya harus tewas mengenaskan, meninggal dengan cara
yang menyedihkan. Lelaki paruh baya itu terkapar di depan sebuah taman kota
dengan pakaian yang compang camping. Ya, dia saudara kita yang sangat
kekurangan biaya hidup. Sahabat tahu, dia adalah orang yang sama dengan kita
yang diciptakan dari tanah, tapi mengapa tak ada yang menoleh padanya untuk
membantu? Sekalipun menoleh untuk menanyakan kabarnya, kehidupannya. Mengapa?
Sedih,
sangat sedih. Aku tak tega melihat dan merasakan apa yang mereka rasakan,
hingga nyawanya harus terpisah dari jasatnya. Aku melihat di layar kaca itu,
tubuhnya telah terbungkus sarung lusuh. Aku menyaksikan di layar kaca, tubuhnya
yang sangat kurus itu, tubuhnya yang terlihat hanya tulang semata, harus berbaring
yang semua mata tertuju padanya. Semua mulut saat itu, membicarakan dirinya.
Lihat…
lihatlah, sekarang kalian membicarakannya, rasa ibah kalian datang saat dirinya
sudah tidak bernafas lagi. Bagaimana jika betul dia meninggal karena kelaparan
dengan keluarga yang harus dihidupinya? Bagaiamana dengan itu wahai sahabat. L
Sahabat,
kulangkahkan kakiku dari depan tv. Rasanya tak sanggup lagi kumelihatnya. Mengapa
mesti ada orang-orang jahat di dunia ini? Mengapa kita sebagai manusia tak
peduli pada sesama? Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua. Amiiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar