Senin, 26 September 2016

Tour In Kalimantan



            Menunda, inilah akibatnya. Untung masih bisa nego dengan civitas akademik. Perjalanan sepekan dengan jarak waktu kurang lebih 3 hari kedatangan sebelum wisuda. Namun meskipun lelah, letih, lesu melakukan perjalanan panjang di Kalimantan, Pulau terluas di Indonesia ini. Namun tak menggangu hari bahagia itu.
            Perjalanan kami dimulai dari Banjarmasin, Salah satu kota yang terkenal religious. Meskipun masih kental adat siara kubur dengan adab mereka. Sebab di tempat inilah lahirnya ulama-ulama Kalimantan. Kami pun menyempatkan mengunjungi salah satu makam yakni Makam syeik Arsyad al-Banjari.



            Ada banyak tempat kami datangi, berkunjung ke 4 kota yakni: Banjarmasin, Samarinda, Tenggarong dan terakir Balikpapan dengan rute perjalanan ke kampus-kampus agama, ke pondok pesantren salah satunya yang terkenal Pondok Pesantren Hidayatullah. Yang mana ada kebiasaan tiap tahunnya disana yang menikahkan santri- santri mereka agar generasi yang sepaham terwujud dengan membentuk cabang-cabang Ponpes dimana-mana. Yang membuat menarik, setiap yang terlontar dari mulut pimpinan adalah nikah, membuat kami sebagai tamu yang berumur dari santri membuat senyum bahkan tertawa pelan karena candaan beliau. Bahkan hampir sebagian besar tempat yang kami kunjungi penduduknya brucap agar bisa suatu hari kembali lagi ke Kalimantan atau menetap disana karena mendapatkan pendamping dari sana.. Hm J Bahkan karena untuk menghargai pesantrennya kami memakai sesuatu yang BELUM kami kgunakan sebelumnya, lihatlah!


            Tak sampai disitu, kami juga mengunjungi Mesjid-mesjid besar disana sampai ke Islamic Center tiap kota dan juga tak lupa Musium Mulawarman yang merupakan kerajaan Kutai Kartanegara saat itu. Begitu juga dengan tempat-tempat wisata lainnya dan berkunjung ke kediaman-kediaman orang-orang hebat. Bahkan 2 kali berkunjung ke Hotel dengan 2 agenda acara dengan KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan). Saat berada di KKSS yang ada di Banjarmasin saya bertemu dengan beberapa sekampung saya yang berasal dari Daerah Barru bahkan tetangga saya di rumah yang tak lain keluarga meskipun sedikit jauh. Hanya beda beberapa rumah dari rumah saya waktu itu. Tak ada yang kebetulan.
            Sedangkan KKSS Kalimantan Timur tepatnya Samarinda saat itu, diminta untuk menyumbangkan lagu buat mereka, ya menyanyilah dengan lagu daerah kita Sulawesi Selatan dengan bahasa bugis Alosi Ripolo Dua. Perjalanan udara, darat sampai laut ini merupakan perjalanan saya yang luar biasa selama hidup. Baru kali itu keluar Sulawesi dan semoga bukan yang terakhir.









            Perjalanan yang luar biasa, terimah kasih untuk para dosen pendamping yang setia menemani kami meskipun agenda perjalanan terlalu padat. Tapi sangat puas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar