Lihatlah!
Saat ini kita sudah berada di ujung perpisahan itu. Lihat wajah mereka satu
persatu, ada raut kesedihan disana. Ada air mata mencoba mengintip tapi tak
mampu menampakkan kesedihannya. Ada luka dalam dada tak mampu meluapkan
kesakitannya. Lihatlah begitu pintarnya mereka menyembunyikan semua
perasaannya, begitu cerdasnya menghadirkan senyum yang sebenarnya palsu.
Tawa yang
selama ini hanya untuk mengelabui satu sama lain kalau sebenarnya kalian berat
untuk berpisah. Ada jiwa yang berat untuk melakukan itu. Bayangkan saja kurang
lebih 4 tahun bersama, hampir tiap menit bahkan detiknya dengan orang-orang
yang sama, wajah yang sama sampai makan pun kadang memakai 1 piring
beramai-ramai hingga kita tak tahu mau mengambil nasi atau malah salah satu
tangan kalian yang terseret. Namun itulah kebersamaan bukan karena sepenuhnya
tidak ada piring, tapi karena naluri yang selalu ingin bersama.
Hari ini,
semua sibuk membereskan barang-barang rasanya tak pernah ada habisnya. Meskipun
sebagian sudah terangkut tapi tetap saja masih ada beberapa barang yang belum
beres. Bergantianlah berucap, “Ayo liburan bareng-bareng tuk yang terakhir,
sebelum semua sibuk dengan kehidupan barunya masing-masing” kalimat itu
benar-benar terjadi. Semua kan memiliki kehidupannya sendiri-sendiri. Entah kapan
waktu kan mempertemukan kita semua kembali. Bahkan rencana yang telah tersusun
rapi belum tentu terwujud manis.
Setiap pertemuan
akan berujung perpisahan, namun perpisahan bisa saja melahirkan pertemuan. Berdoa
saja kita kan dipertemukan dimanapun itu dan kapan pun itu.
Kalian!
Tetaplah seperti kemarin.
Akan
merindukan kalian…

Hanya senyum yg dpt kami torehkan saat bersama krn keyakinan akan kembali bertemu selalu kami lupakan dlm gejolak do'a n bkn pula kesedihan yg ingin kami bagi. Smg kenangan indah yg telah berlalu akan menjadi cerita dari mulut n akan di dgr oleh telinga yg ada dlm kenangan itu di masa yg akan datang.
BalasHapusHanya senyum yg dpt kami torehkan saat bersama krn keyakinan akan kembali bertemu selalu kami lupakan dlm gejolak do'a n bkn pula kesedihan yg ingin kami bagi. Smg kenangan indah yg telah berlalu akan menjadi cerita dari mulut n akan di dgr oleh telinga yg ada dlm kenangan itu di masa yg akan datang.
BalasHapusiya itu benar... Moga kelak persaudaraan ini kan tetap erat hingga kpn pun itu..!
BalasHapus