Senin, 26 September 2016

Perpisahan ini tiba



                Lihatlah! Saat ini kita sudah berada di ujung perpisahan itu. Lihat wajah mereka satu persatu, ada raut kesedihan disana. Ada air mata mencoba mengintip tapi tak mampu menampakkan kesedihannya. Ada luka dalam dada tak mampu meluapkan kesakitannya. Lihatlah begitu pintarnya mereka menyembunyikan semua perasaannya, begitu cerdasnya menghadirkan senyum yang sebenarnya palsu.
                Tawa yang selama ini hanya untuk mengelabui satu sama lain kalau sebenarnya kalian berat untuk berpisah. Ada jiwa yang berat untuk melakukan itu. Bayangkan saja kurang lebih 4 tahun bersama, hampir tiap menit bahkan detiknya dengan orang-orang yang sama, wajah yang sama sampai makan pun kadang memakai 1 piring beramai-ramai hingga kita tak tahu mau mengambil nasi atau malah salah satu tangan kalian yang terseret. Namun itulah kebersamaan bukan karena sepenuhnya tidak ada piring, tapi karena naluri yang selalu ingin bersama.
                Hari ini, semua sibuk membereskan barang-barang rasanya tak pernah ada habisnya. Meskipun sebagian sudah terangkut tapi tetap saja masih ada beberapa barang yang belum beres. Bergantianlah berucap, “Ayo liburan bareng-bareng tuk yang terakhir, sebelum semua sibuk dengan kehidupan barunya masing-masing” kalimat itu benar-benar terjadi. Semua kan memiliki kehidupannya sendiri-sendiri. Entah kapan waktu kan mempertemukan kita semua kembali. Bahkan rencana yang telah tersusun rapi belum tentu terwujud manis.
                Setiap pertemuan akan berujung perpisahan, namun perpisahan bisa saja melahirkan pertemuan. Berdoa saja kita kan dipertemukan dimanapun itu dan kapan pun itu.
                Kalian! Tetaplah seperti kemarin.
                Akan merindukan kalian…



3 komentar:

  1. Hanya senyum yg dpt kami torehkan saat bersama krn keyakinan akan kembali bertemu selalu kami lupakan dlm gejolak do'a n bkn pula kesedihan yg ingin kami bagi. Smg kenangan indah yg telah berlalu akan menjadi cerita dari mulut n akan di dgr oleh telinga yg ada dlm kenangan itu di masa yg akan datang.

    BalasHapus
  2. Hanya senyum yg dpt kami torehkan saat bersama krn keyakinan akan kembali bertemu selalu kami lupakan dlm gejolak do'a n bkn pula kesedihan yg ingin kami bagi. Smg kenangan indah yg telah berlalu akan menjadi cerita dari mulut n akan di dgr oleh telinga yg ada dlm kenangan itu di masa yg akan datang.

    BalasHapus
  3. iya itu benar... Moga kelak persaudaraan ini kan tetap erat hingga kpn pun itu..!

    BalasHapus