Rabu, 31 Desember 2014

2015

Met tahun baru masehi (2015)

Sepertinya pergantian tahun masehi kali ini, kurang berkesan. Mungkin karena suasana di asrama yang sepi. Banyaknya teman-teman yang pulang kampung tentunya. Jadi seperti nyesel nggak pulkam juga. Tapi, semua tidak boleh disesali. Melihat kebahagiaan teman-teman yang tetap tinggal dan menyaksikan percikan cahaya-cahaya indah di langit-langit malam tadi, sekiranya mampu mengobatinya.

Selamat tinggal 2014… kemarin adalah sejarah yang akan menjadi memori dalam ingatan.

Hmmm, Perkiraan sebelumnya, V sepertinya tidak terlalu bersedih di hari jadi yang ke 21 ini. Tapi, ternyata mereka meneteskan air mata V, tanpa sepengetahuan mereka sendiri dan tanpa kesengajaan tentunya.

Tahukah kalian, bahwa hal itu mampu membuat V sangat bersedih. Kebetulan? Ya, tapi dengan itu, V harus berlari menghindar, sebelum kalian menyadari kesedihannya.

Maaf, itu bukan kesalahan mereka. Hanya saja V sudah terlanjur benci, sedih dll jika mendengarnya.

keep smile. mama, I miss U

31 Desember


Met milad untuk diriku sendiri J

Semoga lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, segala keinginan dimudahkan dan blab la bla… amiiin.

Buat semuanya, entah itu dari keluarga, sahabat, teman-teman dan yang mengenal Mega, makasih banyak tak terhingga untuk kalian. Semoga doa-doa kalian di ijabah oleh-Nya. Amiiiiiiiiiiiiiin

Buat adikku Ilham, makasih selalu ingat ultahnya kakak dan makasih juga sudah turut dalam rangkaian orang-orang yang telah mendoakan kakak..

Makasih all, kamsa-kamsa J J

Eh hampir lupa. Buat temanku sang penulis muda yang akan menjadi penulis best seller (EN) J, berfikir positif saja tentang mimpi anda yang tepat di hari kelahiranku. Dari mimpi melihat V meninggal, semoga itu tanda panjang umur buat V, dan lucunya lagi, anda memimpikan V meninggal tepat tanggal 31 des… jadi positif thingking saja sob…. J

Sekali lagi, kamsa-kamsa semua




Minggu, 28 Desember 2014

Selamat all

Met milad sanad. semoga lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan menciptakan generasi yang lebih baik . amiiiin



Selamat menempuh hidup baru buat ka' Afghan, semoga menjadi keluarga yang samawa dan melahirkan buah hati yang akan bermanfaat buat agama dan negara


hbd jannah, semoga panjang umur yang tepat dengan hbd sanad hhh,,,,, sukses dalam urusan, amin

Maaf dan Terima kasih selama ini

          Boleh kah waktu sekedar diperlambat?

          Kami takut, saat waktunya tiba. Ada kata “Selamat berjuang, selamat tinggal dan jangan pernah lelah untuk menuntut ilmu”. Kami takut, tidak akan  sanggup menerima itu semua.

          Meskipun aku secara pribadi, tidak ternilai apa-apa dibanding teman-teman yang lain. Tapi selama ini, aku berusaha menebar senyum dan menjadi anak yang tidak membangkang padamu. Meskipun aku tergolong manusia yang susah menghafal hal-hal yang berbahasa arab, tapi aku berusaha tetap berdiri kokoh di tempat ini. Tanpa berani melangkahkan kaki keluar dari jalurnya.

          Engkau telah menjadi orangtua kedua kami, Ya, setelah orang tua kandung kami tentunya. Engkau begitu ikhlas mengajarkan kami ilmu yang takkan ternilai harganya. Engkau tulus menumpahkan pembelajaran mengenai arti kehidupan yang sesungguhnya pada kami. Engkau sungguh-sungguh menggembleng kami agar kuat menghadapi kehidupan yang akan mengahadang kami nantinya. Sungguh, Engkau membekali kami dengan berkahmu, bagi orang-orang yang betul-betul ingin mendapatkan berkah itu.

          Maka dari itu. aku takut kehilangan sosok yang begitu hebat itu. aku sedih, jika tidak mendengar suara-suara khas yang membangunkan kami untuk shalat, disaat kantuk begitu kuat menggoda kami. Hati ini sakit, saat tidak ada lagi canda yang menghiasi hari-hari kami di asrama.

          Apa mungkin kami harus tersenyum, sementara hati ini merasa kesakitan? Apa mungkin kami harus tertawa, sementara jiwa ini begitu perih? Tidak… kami akan tetap menangis, meskipun akan kami sumbat wajah ini agar tidak terbaca olehmu. Agar tidak menambah kekhawatiran padamu untuk meninggalkan kami.

          Sebab, tidak seharusnya air mata mengantarmu, jika niat kami untuk melihat engkau mendapatkan yang terbaik. Tidak sewajarnya rintihan kesakitan sebagai kado terakhir. Jika naluri kami untuk mendapat berkahmu. Biarlah Allah menjalankan apa yang dikendaki-Nya. Sebab Allah pula yang  maha mengetahui hati hambanya.

          Kami akan rindu pada engkau, musyrifku. Kami akan rindu pada nasehat dan ilmumu dan kami akan rindu pada keluarga mu wahai musyrifku.


          Tiada kata yang bisa kuucapkan selain kata MAAF, MAAF DAN MAAF, jika selama ini ada terlontar kata, perbuatan yang tidak seharusnya. Aku juga sangat BERTERIMA KASIH atas segalanya selama ini. L L ;(



Just Kagum...

Kekaguman itu sering muncul pada setiap insan manusia. So, ketika aku kagum pada sosok lawan jenisku, apakah itu sebuah kesalahan padaku? Padahal itu sebuah kekaguman yang wajar, menurutku.

Sebuah kesimpatian karena sebuah hal yang di atas rata-rata, atau karena rasa takjub pada sesuatu sosok yang luar biasa dari sebelumnya, atau mungkin tercengang karena hal itu adalah baik yang lain dari yang lainnya.

Entahlah… yang jelas, pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan untukku, membuatku tidak tahu harus menjelaskan seperti apa, agar tidak terjadi fitnah. Aku hanya perempuan biasa yang tidak pantas disandingkan dengan sosok mereka yang jauh lebih tinggi dari ku. Sehingga ada kata “KAGUM” sematalah yang pantas untuk mereka, dariku.

Aku juga sosok perempuan yang tertarik dengan ilmu psikologi, sehingga bisa saja itu mempengaruhi jiwaku, menjadikan orang-orang yang diluar sana sebagai bahan penilaian ku.

Tapi. Jangan terlalu khawatir. Kekagumanku cepat berlalu seiring dengan cepatnya hal buruk itu terungkap. Sehingga, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan pada seseorang. Jika awalnya kagum, bisa saja beberapa hari kemudian, menjadi biasa-biasa saja. Dan itu pula yang sering terjadi padaku. Awalnya kagum, tapi setelah melihat kelanjutannya, rasa kagum itupun stop sampai disitu. Sedikit saja ada hal yang aneh yang terungkap dari balik kekaguman itu, maka pupus kekaguman itu.

Aku tidak menyalahkan siapa-siapa, meskipun aku sering bertanya-tanya mengapa aku sering kagum pada sosok yang memiliki ilmu tinggi, terlebih ilmu agama, memiliki akhlak yang baik, kesopanan yang utuh dan blab bla bla. Semua hanya butuh proses, untuk melihat yang sebenarnya.  




Senin, 22 Desember 2014

Met Hari Ibu, Ma'




Tiada kata yang lebih penting yang ingin aku ucapkan selain kata "RINDU" untuk mu Ma'....
I LOVE U FOREVER....

I MISS U MAMA.....

I NEED U IN MY LIFE,

UNTUK MEMBANTU VIO MENENTUKANNYA,

TAPI, SEIKAT KALIMAT YANG PERNAH MAMA SIMPAN UNTUKKU ITU,
AKAN TERNGIANG TERUS DALAM BENAKKU



Jumat, 12 Desember 2014

Mimpi !!!

Ketemu lagi sahabat Blog Vio..
Entah mengapa, Vio sering buka-buka literasi yang membicarakan tentang mimpi, baik mimpi dalam artian bunga tidur atau mimpi dalam artian impian. Mungkin salah satu alasan karena ada beberapa mimpi yang mengganjal dalam pikiran Vio. :) hhh

Dalam salah satu buku tentang tafsiran mimpi menjelaskan bahwa:
Mimpi terbagi dua: mimpi yang benar dan yang batil. Mimpi yang benar ialah yang dialami manusia tatkala kondisi psikologisnya seimbang dan keadaan cuaca sedang seperti ditandai oleh bergoyangnya pepohonan hingga berjatuhannya dedaunan. Mimpi yang benar tidak didahului dengan adanya pikiran dan keinginan akan sesuatu yang kemudian muncul dalam mimpi. Kebenaran mimpi juga tidak ternodai oleh peristiwa junub dan haid.
Adapun mimpi yang batil ialah yang ditimbulkan oleh bisikan nafsu, keinginan, dan hasrat. Mimpi demikian tidak dapat ditakwilkan. Demikian pula mimpi “basah” dan mimpi lain yang mewajibkan mandi dikategorikan sebagai mimpi yang batil karena tidak mengandung makna. Sama halnya dengan mimpi yang menakutkan dan menyedihkan karena berasal dari setan. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicarana itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.” (al-Mujaadilah: 10)
Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, disunnahkan melakukan lima perbuatan. Yaitu, mengubah posisi tidur, meludah ke kiri sebanyak tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, bangun dan shalat, dan tidak menceritakan mimpinya kepada siapa pun.
Etika pelaku mimpi ialah, pertama, dia tidak menceritakan mimpinya kepada orang yang hasud sebagaimana dikatakan Ya’kub kepada Yusuf, “Ayahnya berkata, ‘Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka akan membuat makar untuk membinasakanmu.’” (Yusuf: 5)Kedua, jangan menceritakan mimpinya kepada orang yang bodoh. Nabi saw. bersabda, “Janganlah kamu menceritakan mimpimu kecuali kepada orang yang dicintai atau kepada orang yang pandai.” Ketiga, janganlah menceritakan mimpi kecuali secara rahasia karena dia pun melihatnya secara rahasia pula. Jangan menceritakannya kepada anak-anak dan wanita. Sebaiknya mimpi itu diceritakan menjelang awal tahun dan pada pagi hari, bukan sesudah keduanya lewat.
Adapun etika pentakwil ialah sebagai berikut:
·         Pertama, jika saudaranya menceritakan mimpi kepadanya, maka katakanlah, “Aku kira mimpi itu baik.”
·         Kedua, hendaknya menakwilkan mimpi dengan cara yang paling baik. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Mimpi akan terjadi sebagaimana ia ditakwilkan.” Juga diriwayatkan bahwa beliau bersabda, “Mimpi itu bagaikan kaki yang menggantung selama belum diungkapkan. Jika telah diungkapkan, maka terjadilah.” Demikian yang disebut dalam as-Silsilah ash-Shahihah.
·         Ketiga, menyimak mimpi dengan baik, kemudian menjawab si penanya dengan jawaban yang mudah dipahami.
·         Keempat, jangan tergesa-gesa menakwilkan mimpi. Lakukanlah dengan hati-hati.
·         Kelima, menyembunyikan mimpi dan tidak menyebarkannya sebab ia merupakan amanat. Jangan menakwilkan mimpi ketika matahari terbit, ketika tergelincir, dan ketika terbenam.
·         Keenam, memperlakukan pelaku mimpi secara berbeda. Janganlah menakwilkan mimpi raja seperti menakwilkan mimpi rakyat, sebab mimpi itu berbeda karena perbedaan kondisi pelakunya.
·         Ketujuh, merenungkan mimpi yang dikemukakan kepadanya. Jika mimpi itu baik, maka takwilkanlah dan sampaikanlah kabar gembira kepada pelakunya sebelum mimpi itu ditakwilkan. Jika mimpi itu buruk, maka janganlah menakwillkannya atau takwilkanlah bagian mimpi yang takwilnya paling baik. Jika sebagian mimpi itu merupakan kebaikan dan sebagian lagi keburukan, maka bandingkanlah keduanya, lalu ambillah mimpi yang paling tepat dan paling kuat pokoknya. Jika pentakwil mengalami kesulitan, bertanyalah kepada pelaku mimpi ihwal namanya, lalu takwilkannya berdasarkan namanya itu.
Tafsiran mimpi itu, tidak boleh dipercaya 100% karena mimpi yang benar-benar hanya ada pada beberapa nabi dan rasul. Hanya rasulullah pula yang mampu menafsirkannya.