Kekaguman
itu sering muncul pada setiap insan manusia. So, ketika aku kagum pada sosok
lawan jenisku, apakah itu sebuah kesalahan padaku? Padahal itu sebuah kekaguman
yang wajar, menurutku.
Sebuah
kesimpatian karena sebuah hal yang di atas rata-rata, atau karena rasa takjub
pada sesuatu sosok yang luar biasa dari sebelumnya, atau mungkin tercengang
karena hal itu adalah baik yang lain dari yang lainnya.
Entahlah… yang
jelas, pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan untukku, membuatku tidak
tahu harus menjelaskan seperti apa, agar tidak terjadi fitnah. Aku hanya
perempuan biasa yang tidak pantas disandingkan dengan sosok mereka yang jauh
lebih tinggi dari ku. Sehingga ada kata “KAGUM” sematalah yang pantas untuk
mereka, dariku.
Aku juga
sosok perempuan yang tertarik dengan ilmu psikologi, sehingga bisa saja itu mempengaruhi
jiwaku, menjadikan orang-orang yang diluar sana sebagai bahan penilaian ku.
Tapi. Jangan
terlalu khawatir. Kekagumanku cepat berlalu seiring dengan cepatnya hal buruk
itu terungkap. Sehingga, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan pada
seseorang. Jika awalnya kagum, bisa saja beberapa hari kemudian, menjadi
biasa-biasa saja. Dan itu pula yang sering terjadi padaku. Awalnya kagum, tapi
setelah melihat kelanjutannya, rasa kagum itupun stop sampai disitu. Sedikit
saja ada hal yang aneh yang terungkap dari balik kekaguman itu, maka pupus
kekaguman itu.
Aku tidak
menyalahkan siapa-siapa, meskipun aku sering bertanya-tanya mengapa aku sering
kagum pada sosok yang memiliki ilmu tinggi, terlebih ilmu agama, memiliki akhlak
yang baik, kesopanan yang utuh dan blab bla bla. Semua hanya butuh proses,
untuk melihat yang sebenarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar