Kamis, 31 Desember 2015

22 Tahun

            Sempat hadir luka dan rasa yang tidak mampu kukendalikan. Sekiranya itu semua hanya sekedar angin lalu yang berhembus, menghempas hati. Coret-coretan lenyap, bait-bait tulisan sirna begitu saja. Meruntuhkan sepotong harapan yang telah membumbung.

            Kecewa dan marah pada diriku sendiri, hanya akan menjadikanku hina dihadapan-Nya. Kumenutup mata, menghirup oksigen yang begitu mahal harganya. Kubiarkan jiwaku menangis, hingga matapun tak sanggup lagi mengeluarkan butiran-butirannya. Kumencoba bangkit dan mengusap sisa air mata yang menghalangi pandangan.

            Ga’, sadarlah!!!
            Semua adalah ujian kesabaran dan ujian kedewasaan di usia 22 tahun ini. Semua ada hikmah di baliknya dan ada sesuatu yang lebih indah telah disiapkan oleh-Nya. Akhirnya, mengikhlaskan dengan sepenuh hati. Senyum yang selama ini hilang, kini kembali terpancar lagi.

            22 tahun sebagai penghujung study-ku kali ini, berharap dapat selesai sebelum 23 kembali menghampiri dan juga semogaaa... hmmm... J ada deh...

            Terima kasih buat semuanya, atas do’a yang berhamburan untukku. Semoga do’a kalian diijabah oleh Sang Pemilik Segalanya. Amiiin... Terima kasih yang masih mengingat 31 Desember ini. Terima kasih tak terhingga, baik yang diucapkan di FB, Messenger, BBM, SMS dan juga yang mengucapkan langsung. Xie xie

            Terima kasih buat seluruh keluarga, terkhusus Bapak dan Adikku. I Love U All... Semoga di umur yang 22 ini, saya semakin lebih baik lagi, dimurahkan rezeki untuk terus belajar dan berbagi dengan sesama. Semoga selalu ditunjukkan cahaya agar terus dan semakin mendekatkan diri pada-Nya. Amiiin...

            Hampir lupa, buat seluruh teman yang membuat saya harus mandi tengah malam di detik-detik pergantian tahun masehi. Kalian luar biasa, jail. J sarebba yang lumayan masih panas, minuman dingin dan sampai air bekas cucian, mengguyurku. Hufff... eh ditambah isi lemari yang berantakan, lipatan pakaian hancur bahkan jilbab-jilbabku pun dihambur-hamburkan di ranjang. Pintu kamar terkunci dari dalamlah dan tidak mau dibukakan.  Hebat...

            Traktirannya dirayakan asrama, he he he maksudnya sekaligus dengan acara yang diadakan Ma’had Aly, makan-makan bareng bersama SANAD Tafsir Hadis.

            Semua itu karena cinta persaudaraan, sekali lagi terima kasih. Terima kasih juga buat cendra mata dan hati yang diberikan untuk saya. Sebab kemungkinan besar juga ini 31 Desember terakhir di asrama tercinta “Ma’had Aly”.

            Lagi dan lagi terima kasih...
            Kalian semua ISTIMEWA. J

                                                                        Makassar, 31 Desember 2015
                                                                        Tertanda:

                                                                        Megawati.B (Vio)


 

Sabtu, 07 November 2015

My Books







Inilah beberapa buku antologi terbaruku, yang baru bisa terupdate, 
setelah lama terbit. . . 
Kesibukanku ternyata menjadikannya sedikit terabaikan..
Tapi, 
Buku-buku ku tetap menjadi semangat bagiku,
agar tetap menulis dan menulis

Jumat, 23 Oktober 2015

Kamis, 22 Oktober 2015

Arti Sebuah Cincin

            CINCIN…
            Cincin identik dengan perempuan. Bahkan cincin yang tersemat pada jari manis seorang perempuan, biasanya disimpulkan jika perempuan itu sudah terikat dengan lawan jenisnya. Bahkan terikat hubungan suami-istri.

            Baik itu cincin yang terbuat dari emas, maupun yang terbuat dari perak. Semuanya dicap seperti itu. Bukan hanya aku memakai cincin karena memang dari semua jenis aksesoris, cincin adalah benda yang lebih menarik hati untuk menggunakannya. Tapi, juga untuk menjaga-jaga para lebah-lebah diluar sana.

            Ceritanya seperti ini. Ada seorang lelaki yang menanyakan perihal cincin yang aku kenakan itu. Tidak hanya lelaki bahkan beberapa orang yang aku temui bertanya-tanya tentang sebuah cincin yang melekat di kedua jari manisku.

            “Siapa yang memasangkan itu di jari ta’” dengan logat Sulawesi, lelaki itu menunjuk pelan tanganku.

            Aku spontan kaget dengan perkataan itu. Dengan sedikit salah tingkah, aku menyembunyikan kedua tanganku kearah belakang tubuhku. Sebab sadarku mengatakan jika lelaki ini sudah memperhatikan tanganku entah mulai kapan. Terlebih tanganku tidak secantik tangan para artis bahkan model-model perempuan diluar sana.

            “Hmmm… Kenapa nanya seperti itu?” Aku berusaha ngeles sebelum menjawab pertanyaannya. Dalam hatiku mulai mencari cara bagaimana menjawab pertanyaannya. Terkadang dibalik perkataan laki-laki ada maksud lain yang ingin diketahuinya. Aku harus menyiapkan jawaban yang pas untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak aku harapkan.

            Rasanya aku harus berkata bohong. Padahal aku benci untuk berbohong. Tapi, jika aku jujur. Aku takut jika akan kewalahan menghadapi semuanya dengan maksud yang lain padaku. Lagi-lagi aku benci dihadapkan pada hal seperti itu.

            “Jawab dong, sudah tunangan?” Tanyanya lagi padaku yang tidak menjawab pertanyaannya sedari tadi.

            Iyakan sajalah, daripada akan rumit nantinya.

            Memakai cincin memang bisa melindungi dari orang-orang yang doyan menggombal. Tapi kata orang, memakai aksesoris mahal juga mengundang pencuri untuk mendekat pada kita.
            Waaa, jadi solusinya gimana dong? J


             

You Say Just Sandiwara

            Terkadang aku bertanya-tanya dalam hati. Mengapa aku selalu dihadapkan pada hal seperti ini. Hal yang menurutku sangat sulit untuk dihadapi. Begitu susahnya kuhadapi dengan tidak ingin menyakiti perasaan siapapun. Sedih maupun senang, memang adalah ujian yang diberikan Allah sang pencipta untuk bagaimana melaluinya dengan jalan yang diridhoi.

            Ada satu hal yang sebenarnya mesti mereka ketahui. Aku tidak menyukai bahkan sedikit benci dengan sesuatu yang terus diucapkan indah dengan kata-kata. Terlebih dihadapan banyak orang, dengan niat membangga-banggakan diri. Ya, saat ini dikenal dengan istilah “Gombalan”.

            Gombalan yang hanya diperuntukkan untuk mendapatkan hati lawan jenisnya. Semuanya terasa sangat berlebih-lebihan. Semuanya hanya akan membawa kepada zina. Jika mampu meluluhkan hati yang bukan mukhrim. Sampai terbuai dengan hal-hal itu.

            Semuanya seolah tidak konsisten dengan ucapannya. Saat rentetan kalimat demi kalimat yang diucapkan begitu saja, tanpa memikirkan dampak dan perasaan orang lain. Terlebih jika semuanya diucapkan pada setiap perempuan.

            SANDIWARA…
            Terlalu sering dia mengatakan ini hanya sebatas sandiwara. Bahkan mungkin pada semua orang di dunia, dikatakan ini sandiwara semata. Tapi, kenapa dihadapanku engkau mengelak dengan semuanya. Sampai berani bersumpah dengan menyebut nama-Nya.

            Aku sama sekali belum bisa menebak maksud dari semuanya. Apa maksud yang sebenarnya dia inginkan? Akhirnya aku mulai cuek dan memaksakan diri untuk tidak peduli dengan semua ini. Meski aku tidak bisa seperti itu dengan orang lain.

             Aku kecewa bercampur bingung sendiri dengan tingkahnya. Serasa semuanya tidak masuk di alam pikirku. Terus saja dikatakannya ini sandiwara, meskipun aku menangkap sedikit dari tatapan mata dan tingkahnya, yang mengatakan ini bukan sekedar sandiwara. Ada perkataan jujur yang ingin dia sampaikan tapi tidak mampu disampaikan jika tidak bersandiwara.

            Akhirnya aku terbuai dengan kata-kata sandiwara itu. Semuanya yang dia ucapkan, tercap sandiwara dalam pendengaranku. Sekuat tenaga engkau ingin mengatakan kejujuran. Aku serasa sulit untuk mempercayainya lagi. Engkau telah salah selama ini. Mengapa mesti bersandiwara jika itu sebuah kejujuran.


            “Jangan Bersandiwara, Jika Tidak Ingin Orang Lain Juga Bersandiwara”

Nikah?????

            Sebuah ucapan adalah doa. Ya seperti itulah sebuah perkataan yang kita ucapkan setiap hari. Sehingga alangkah naiknya apa yang keluar dari bibir adalah perkataan yang baik-baik.

            Aku tidak menyangkah anak-anak didikku meminta agar aku tinggal di kampong mereka untuk selamanya. Dengan tingkah seorang anak yang masih berada di tingkah SD.

            “Tinggal disini selamanya ka’?” Tanya seorang dari mereka, kemudian yang lain ikut menimpali.

            “iya. Iya ka’… Di rumahnya pak Dusun” sahut anak yang lain.

            Melihat semangat mereka. Aku bingung mau menanggapi apa. Karena mereka masih anak-anak, aku mengikuti arus.

            “Tinggal selamanya?” tanyaku dengan kaget.

            “Iya… disini saja menikah. Di rumahnya Pak Dusun. Nanti diberi cengkeh satu pohon.” Celetuk anak-anak dengan riangnya.

            Aku dibuat tertawa dibuatnya. Bahkan seakan tidak bisa membalas pertanyaannya.

            “Menikah? Anak-anak…” tersenyum sembari geleng-geleng kepala mendengarnya. Namanya anak-anak, ucapannya terkadang ngaur.

            “Jadi saya menjadi orang sini dong? Hmmm terus hanya sepohon cengkeh?” aku mencoba mengetes mereka.

            “Sepohon cengkeh itu banyak ka’…” sahut yang lain

            Ternyata anak yang lain tidak kalah semangat.

            “Tiga atau empat pohon? Bagaiamana…?”

            Melihat mereka semakin semangat. Aku jadi diam untuk meredahkan pembahasan ini. Sepertinya anak-anak semakin menjadi-jadi. Untung saja pak dusun tidak memiliki anak lelaki. Bisa repot jika anak-anak bicara sembarang seperti ini.

            Keesokan harinya. Tepatnya setelah tidur siang. Teman-teman posko berkumpul di teras rumah dengan pak Dusun beserta istrinya. Aku yang baru bangun ingin lewat untuk ke kamar mandi sekedar cuci muka. Eh sebut saja Tin (teman posko) memanggilku.

            “Ga’, Katanya Pak Dusun, Kamu tinggal disini selamanya?” katanya

            Aku yang baru bangun otomatis kaget dibuatnya bahkan slaah tingkah do depan mereka. Ditemani wajahku yang seakan berantakan.

            “Ha? Selamanya?” jawabku terbata-bata.

            Masalahnya baru saja kemarin anak-anak memintaku untuk disini selamanya. Kenapa Pak Dusun ikut-ikutan mengatakan itu. Aku semakin bingung.

            “Iya, disini saja. Cari orang sini saja. Nanti dicarikan sama Pak Dusun” Tin menyahut dengan semangatnya sembari tertawa.

            Aku hanya bisa tertawa melihat mereka. “”Hmmm… sembarang nih kalian.”

            “Iya… Nanti tinggal undang kami. Kami tunggu undangan”

            Semakin ngaur nih. Pak Dusun dan Ibu Dusun hanya tersenyum melihat percakapan kami. Bahkan mengaminkan itu semua.

            Aku benci dingin, tapi kenapa diminta untuk selamanya disini…
            Aneh bin ajaib…
            Hhh



            

KKNP Bercerita

            Aku mengenal mereka bukan karena tampa sengaja. Kuliah Kerja Nyata Profesi yang mempertemukan aku dengan mereka semua. Teman baru, sahabat baru bahkan menjadi keluarga baru saya.

            Mulai dari yang memiliki sifat pemalu, yang seiring berjalannya waktu bisa memposisikan sifat pemalu itu. Ada yang pegombal, bahkan ada beberapa. Entah mengapa aku selalu menjadi korban gombalan yang sering mereka godain. Mungkin karena aku selalu bersifat dingin pada mereka.

            Seminggu masa beradaptasi. Membuat kami mulai sangat akrab satu sama lain. Tidak ada lagi perbedaan yang membentengi kami. Jika yang lain kesusahan maka kami akan membantu dengan senang hati.

            Menyatu dengan masyarakat juga menjadi begitu hangat. Masyarakat menerima kami dengan senang hati. Meskipun namanya manusia tidak sepenuhnya semuanya baik.

            Kami harus bersabar menerima perlakuan yang sebenarnya tidak seperti itu. Itulah susah duka berKKNP. Semua rasa ada disini. Apa yang telah kita pelajari di bangku perkuliahan, ditorehkan dalam pengaplikasiaan di masyarakat.

            Selamat mengabdi …….
            Teringat masa KKNP


Senin, 19 Oktober 2015

You Don't Understand

Kamu benar-benar belum mengerti. Kamu tidak merasa bersalah tentang apa yang telah keluar dari lisanmu. Kamu menganggap semua baik-baik saja, kamu tersenyum padanya tetapi tidak mengerti dengan lawan bicaramu, apakah dia ikhlas membalas senyuman itu? kamu tidak tahu kan?

          Disatu sisi, kamu termasuk lelaki yang belum mengerti tentang perempuan. Aku berani mengatakan itu, karena seperti itulah kenyataannya. Kamu telah menorehkan satu titik hitam pada hatinya. Kamu buta dan tuli akan itu.

          Seorang perempuan memang sangat pintar menyembunyikan sesuatu yang dirasakannya. Apapun itu, dia mampu menutupnya rapat-rapat agar tidak ada yang dapat mendapatkan lubang sedikitpun untuk mengintip.

          Tetapi, dia akan terus mengingat itu di dalam hatinya. Dia akan terus terbayang-bayang tentang apa yang telah kamu lakukan padanya. Perempuan sangat cepat tersentuh oleh apapun itu. sebab perempuan lebih menggunakan perasaannya, beda jauh dengan lelaki yang menggunakan logika. Itulah mengapa lemah lembut yang lebih tepat digunakan untuk sosok perempuan.

          Aku teringat dengan sebuah perkataan “Jika engkau menyayanginya, maka engkau tidak akan pernah menyakiti perasaannya”. Dari situlah aku mengambil kesimpulan, jika kamu telah menyakiti perasaannya, meskipun menurutmu itu biasa, tapi ternyata sampai membuat perasaannya padamu menurun beberapa persen. Maka itu berarti kamu belum benar-benar menyayanginya.

          Kamu belum mengerti akan semua itu…………………!!!!


Senin, 20 April 2015

Sepupuku

            Kemarin, keluarga besarku dari pihak ibu berduka. Sepupu satu kaliku meninggal dengan usia yang masih terbilang muda. Wajah yang tampang dengan postur tubuh yang bagus ternyata tidak menjadi jaminan seseorang. Penyakit yang dideritanya membuatnya begitu kesakitan.

            Masih terngiang di benakku beberapa bulan yang lalu, saat dirinya masih sehat wal afiat. Masih terbayang tubuhnya ketika penyakit itu mulai menghampirinya tanpa kami mengerti asalnya.

             Keluarga sudah membawanya berobat di beberapa tempat perobatan modern maupun tradisional, tapi hasilnya belum maksimal. Bahkan penyakitnya semakin  menjadi-jadi, kami pun menyimpulkan jika itu bukan penyakit biasa. Semenjak dirinya datang dari perantauan, itulah awal penyebab seperti itu.

            Tapi apapun itu, semoga dirinya diterima disisi-Nya, dan orang yang melakukan itu sadar dan menyadari kesalahannya. Semua akan kembali kepada-Nya.

            Aku begitu kehilangan seorang kakak, terlebih karena saya tidak memiliki seorang kakak. Sedih, sangat sedih. Juga paling membuatku sangat sakit hati karena aku terlambat mendengar kabar duka itu. bayangkan jika aku tahu saat jasadnya sudah tak dipermukaan bumi ini lagi.

            Aku sangat sedih mendengar kabar itu, Ya Rabb…. Mengapa secepat itu??

            Ya Rabb, panjangkan umur kita semua dan terus melakukan ibadah disis-Mu.

Kamis, 16 April 2015

Pak Kyai (KH. H. Mustamin Arsyad, M. Ag)

            Innalillahi wainna ilaihi rajiun……..

            5 April 2015…
            Saat senja mulai mendekat, tiba-tiba saja musyrifku melafadzkan ucapan kepergiaan itu. kami pun bertanya-tanya dalam hati, siapakah sosok itu? perasaan kami seakan menangis, padahal kami belum mengetahui tentang siapakah sosok yang berpulang itu.

            Tiba-tiba saja terucap kata: “Telah berpulang ke rahmatullah KH. Mustamin Arsyad M.ag” semua sontak tak percaya. Ternyata sosok yang begitu di kagumi oleh penduduk asrama dan orang-orang yang bergelut dengan ilmu tafsir dan hadis bahkan orang tahu banyak tentang Islam, maka akan mengenal nama itu.

            Ketua MUI Makassar telah mengahadap padanya. Aku teringat saat pertama kali tahu tentang sosok beliau. Kekagumanku terus memuncak, sebab beliau sosok penghafal al-Qur’an dengan tidak tanggung-tanggung yakni 30 juz. Dan yang lebih membuatku simpati karena beliau sudah mulai menghafal saat masih berusia 6 tahun. Subhanallah … 

Beliau juga sangat lama menuntut ilmu di luar negeri (Mesir), dengan pengalaman hidup dan ilmu  yang melimpah. ulama tafsir yang hebat.. 

            Tapi waktu berkata lain, satu demi satu ulama telah berpulang. Apakah ini tanda akan dekatnya hari akhir itu? saat semua ulama telah menghilang dari dataran bumi. Semoga beliau ditempatkan di tempat yang paling mulia disisi-Nya. Amiiiin.

            “Selamat jalan pak kyai, terimah kasih akan ilmu yang telah diberikan pada kami. Setidaknya kami pernah berada dekat denganmu dan berharap ilmu terpencik pada kami untuk menjalani hidup sesuai syariatnya.”


            Tak akan ada lagi cerita di markas (tempat kumpul zaziliyah), semuanya telah menjadi kenangan bagi kami, saat berbagi ilmu, saat diajarkan metode masak yang baik dan metode ilmu yang lain. AL-FATIHAH...

MotivatorQ

        
Ketika kita kembali mendapat nasehat, motivasi dalam diri. Maka kesadaran bagi diri kembali seketika itu. Tapi saat beberapa hari kedepan, maka semuanya kembali kepada kelupaan dan kemalasan.

        “Jika orang lain berjalan, maka kamu berlari. Sedangkan jika orang lain berlari, maka seharusnya kamu terbang, ” kata Beliau Sang MotivatorQ. Jangan merasa tidak memiliki kemampuan. Sebab semua orang memiliki potensi. Maka yang harus dilakukan adalah bagaimana cara menggali potensi itu. kita semua sebenarnya pintar dan semua memiliki kekurangan dan kelebihan. So, sadarlah kawan. Jika kita memiliki potensi untuk meraih sebuah kesuksesan. Percayalah.

        Aku selalu kagum dengan para orang-orang di luar sana, yang mampu bersaing dengan orang hebat bahkan mampu menandingi orang-orang dari berbagai Negara di dunia. Padahal bisa dikatakan dirinya juga dibawah rata-rata, mereka juga termasuk golongan keluarga yang butuh uluran tangan. Tapi coba menengok pada mereka, mereka mampu terbang ke atas awan dengan sayap yang terus mengepas sampai ketinggian yang tak terduga.

        “Jangan Berhenti Beribadah, Melangkah, Berkarya”…. Mungkin itu salah satu kalimat motivasi yang selalau aku ngiangkan dalam hatiku. Kalimat yang menjadi pendorong saat aku mulai mandek dalam hal kebaikanku sendiri. Aku akan berusaha berada dalam aktifitas yang lebih baik. Karena bagiku, semua butuh proses.


        Ada keluarga, teman dan orang banyak ynag selalu membuat aku semangat mencapai arti kehidupanku yang sebenarnya. Ada banyak orang yang mampu membuatku tersenyum, apakah aku tidak mampu membalas mereka, setidaknya membuat mereka juga tersenyum. 

Minggu, 12 April 2015

Eleven

Inilah beberapa tulisan yang termuat selama setahun ini....
semoga apa yang terkuangkan bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menjadi pembelajaran bagi diri penulis sendiri. ...
hidup penuh dengan kerja keras,, siapa yang ingin berani melangkah. insyah Allah akan ditolong oleh-Nya.....

selamat berkarya untuk kita semua........
by: Megawati violet asy-Syifa

Mr. A

        Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya,  menghampiriku. Mengapa tiba-tiba aku memimpikan dirimu…? Mengapa malam ini engkau hadir mewarnai tidur malamku?

        Bahkan aku melihatmu jelas, tersenyum dihadapanku dengan baju merah yang kamu kenakan itu. Dalam dunia mimpi saja aku terlihat kaget menyaksikan kehadiranmu, jadi terlebih dalam dunia nyata. Semoga itu yang terakhir.

        Cukup dirimu memperhatikanku dari kejauhan, sebab itu akan lebih baik. Meskipun aku rindu tapi sudahlah. Ini semua sudah berakhir.

        Mr. A…
Senyuman itu, mengobati rasa rindu ini... 

        Semoga disana, dirimu dalam keadaan yang paling mulia.


Jumat, 03 April 2015

WO Ai Ni



alhamdulillah,,,,,, novel perdana vio telah muncul ke permukaan...... jangan berhenti menulis dan belajar,,,,, sebab semua ini barulah awal dari segalanya........

Kick Andy Show - Miskin Tapi Cumlaude (Angga Lestari & M Najmul Afad)

semangat terus dalam menuntut ilmu, sebab dibalik kekurangan yang sering menjadi keluh kesah, ternyata diluar sana masih ada orangyang lebih menderita tapi mampu terbang melebihi orang-orang yang mampu melayang tinggi............

Kamis, 26 Maret 2015

antologiQ


Teruslah semangat dalam berkarya…… apapun itu, maka lakukanlah selama itu baik. Tidak ada manusia yang terlahir sempurna. Semua butuh proses, kawan….

        Inilah beberapa buku antologi Vio yang sempat nongkrong sebagai salah satu kontributornya…


        Jangan cepat puas Vio…… teruslah menulis, membaca dan jangan pernah putus asa… ok semangat….. J


Senin, 16 Maret 2015

Kini barulah kecewa

Jangan mengira bahwa “Cek-G(u)” menjauhimu. Karena itu hanya  sebuah perkiraan yang salah. Bisa dibilang “Cek-G(u)” hanya sedikit lebih diam, itupun bukan karena suatu kepribadianmu yang muncul belakangan. Aku tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, sebab inilah aku yang terkadang mampu menebak-nebak sesuatu hal sebelumnya. Dan itu ternyata betul. Mungkin itulah alasan kenapa aku tidak terlalu kaget saat mengetahuinya.

Semua itu bisa diperbaiki, selama seseorang menyadari dan mau berubah.

Berkali-kali anda juga menanyakan apakah aku kecewa. Tapi aku tetap berkata “tidak juga, kecewa ya kecewa, tapi nggak sampai bagaimana-bagaimananya.” Rasa kecewa itu wajar, terlebih jika suatu hal itu tidak kita sangkah-sangkah sebelumnya dan ternyata berbanding terbalik dengan perkiraan diwaktu silam.

Kini, ada suatu hal yang membuat rasa kecewa yang kemarin-kemarin mengkhawatirkanmu itu, betul-betul menjadi rasa kecewa bagi “Cek-G(u)”.  Barulah aku akui, “Jika aku benar-benar kecewa”. Ternyata tanggapanmu seperti itu selama ini dan menurutku itu sebuah hal yang kurang baik. Itulah alasan sehingga kecewa itu telah mencapai level kecewa yang sebenarnya. Tapi, anda sama sekali tidak menyadari itu, dan terus merasa semua baik-baik saja.




“Cek-G(u)” tidak menyalahkan siapa-siapa. Saling berbeda pendapat itu adalah sebuah kewajaran. Tetaplah bersahaja, jangan sampai suatu hal mengganggu kesehatan.

Jumat, 16 Januari 2015

Sekilas tentang Bacharuddin Jusuf Habibie

            Kenapa sebagian besar penduduk Negara kita memilih berada di luar negeri? Bahkan memilih bekerja disana. Karena disamping pendapatan yang lebih baik, orang-orang disana lebih menghargai orang. Aku cinta Bangsaku, aku cinta Tanah airku. Tapi sifat warga yang kurang memikirkan secara jernih suatu permasalahan. Hukum dibeli dimana-mana, menyebabkan orang yang tidak berpunya harus dirampas kebebasannya.
            Berbicara tentang Negara. Ini sekilas mengenai biodata mantan presiden ke-3 yang dikutif dari situs https://nusantaranews.wordpress.com/2009/04/02/biografi-bj-habibie-bapak-teknologi-dan-demokrasi-indonesia/

             Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie (73 tahun) merupakan pria Pare-Pare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie menjadi Presiden ke-3 Indonesia selama 1.4 tahun dan 2 bulan menjadi Wakil Presiden RI ke-7. Habibie merupakan “blaster” antara orang Jawa [ibunya] dengan orang Makasar/Pare-Pare [ayahnya].


      Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya,  R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman.
Berbeda dengan rata-rata mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa di luar negeri, kuliah Habibie (terutama S-1 dan S-2) dibiayai langsung oleh Ibunya yang melakukan usaha catering dan indekost di Bandung setelah ditinggal pergi suaminya (ayah Habibie). Habibie mengeluti bidang Desain dan Konstruksi Pesawat di Fakultas Teknik Mesin. Selama lima tahun studi di Jerman akhirnya Habibie memperoleh gelar Dilpom-Ingenenieur atau diploma teknik (catatan : diploma teknik di Jerman umumnya disetarakan dengan gelar Master/S2 di negara lain) dengan predikat summa cum laude.
           Pak Habibie melanjutkan program doktoral setelah menikahi teman SMA-nya, Ibu Hasri Ainun Besari pada tahun 1962. Bersama dengan istrinya tinggal di Jerman, Habibie harus bekerja untuk membiayai biaya kuliah sekaligus biaya rumah tangganya. Habibie mendalami bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan  indeks prestasi summa cum laude.


            Salah satu yang menarik adalah nama Baharuddin Yusuf  Habibi dengan putra sulungnya yakni Ilham Akbar Habibie. Entah kebetulan atau tidak. Perkenalkan nama bapak saya, yang sama dengan pak habibie yakni Baharuddin. Kemudian nama adik saya Ilham. Sejak aku telusuri, aku kaget. Kok bisa ya…. .hhh. eh jika disangkutpautkan, nama ibu saya memiliki jumlah huruf yang sama dengan ibu Ainun., yakni Murni. Dan yang terakhir, nama lengkap saya Megawati, yang juga berhubungan dengan pak Habibie. Karena Megawati juga salah satu mantan presiden R.I. Semoga apa-apa yang baik dari mereka juga tergambar jelas kepada kami. Amiiiiiiiin. 

Berpisah........... sad

            Berpisah?
            Kata yang berhakikat sedih dan senang. Tapi, lebih sering ke arah sedih. berpisah Memberikan maksud tentang sesuatu yang tadinya bertemu, tapi kemudian menjauh satu sama lain. Atau sesuatu yang tadinya satu, akhirnya menjadi terbela-bela. Kata pisah sungguh membuat perasaan seseorang menjadi berbanding terbalik dengan sebelumnya.

            Andai semenjak awal, tidak ada pertemuan. Maka akan sulit terungkap kata berpisah itu. Tapi kita berada dalam dunia yang fana. So, semua tidak ada yang abadi.  Ada malam dan siang, hitam dan putih, mati dan hidup, serta bertemu dan berpisah itu.

            Aku setuju dengan salah satu perkataan guru kehidupanku, bahwa “Jika ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Tapi jika ada perpisahan, belum tentu ada pertemuan.”

            Semoga ada saatnya, kita kan bertemu kembali dengan jalan yang sama ataupun jalan yang telah berbeda. Terima kasih atas ilmunya selama ini. Terima kasih atas pelajaran kehidupan selama ini. Semoga dimudahkan jalan kehidupan dunia akhirat kepada kita semua, amiiiiiiiiin.

            Ya, setiap ada perpisahan, tidak lepas juga dengan air mata. Air mata kesedihan, sekaligus kebahagian karena merenungkan harapan-harapannya yang akan tercapai.

            See you my sister……… wish you all the best