Terkadang aku bertanya-tanya dalam
hati. Mengapa aku selalu dihadapkan pada hal seperti ini. Hal yang menurutku
sangat sulit untuk dihadapi. Begitu susahnya kuhadapi dengan tidak ingin
menyakiti perasaan siapapun. Sedih maupun senang, memang adalah ujian yang
diberikan Allah sang pencipta untuk bagaimana melaluinya dengan jalan yang
diridhoi.
Ada satu hal yang sebenarnya mesti
mereka ketahui. Aku tidak menyukai bahkan sedikit benci dengan sesuatu yang
terus diucapkan indah dengan kata-kata. Terlebih dihadapan banyak orang, dengan
niat membangga-banggakan diri. Ya, saat ini dikenal dengan istilah “Gombalan”.
Gombalan yang hanya diperuntukkan
untuk mendapatkan hati lawan jenisnya. Semuanya terasa sangat berlebih-lebihan.
Semuanya hanya akan membawa kepada zina. Jika mampu meluluhkan hati yang bukan
mukhrim. Sampai terbuai dengan hal-hal itu.
Semuanya seolah tidak konsisten
dengan ucapannya. Saat rentetan kalimat demi kalimat yang diucapkan begitu
saja, tanpa memikirkan dampak dan perasaan orang lain. Terlebih jika semuanya
diucapkan pada setiap perempuan.
SANDIWARA…
Terlalu sering dia mengatakan ini
hanya sebatas sandiwara. Bahkan mungkin pada semua orang di dunia, dikatakan
ini sandiwara semata. Tapi, kenapa dihadapanku engkau mengelak dengan semuanya.
Sampai berani bersumpah dengan menyebut nama-Nya.
Aku sama sekali belum bisa menebak
maksud dari semuanya. Apa maksud yang sebenarnya dia inginkan? Akhirnya aku
mulai cuek dan memaksakan diri untuk tidak peduli dengan semua ini. Meski aku
tidak bisa seperti itu dengan orang lain.
Aku kecewa bercampur bingung sendiri dengan
tingkahnya. Serasa semuanya tidak masuk di alam pikirku. Terus saja
dikatakannya ini sandiwara, meskipun aku menangkap sedikit dari tatapan mata
dan tingkahnya, yang mengatakan ini bukan sekedar sandiwara. Ada perkataan
jujur yang ingin dia sampaikan tapi tidak mampu disampaikan jika tidak
bersandiwara.
Akhirnya aku terbuai dengan
kata-kata sandiwara itu. Semuanya yang dia ucapkan, tercap sandiwara dalam
pendengaranku. Sekuat tenaga engkau ingin mengatakan kejujuran. Aku serasa
sulit untuk mempercayainya lagi. Engkau telah salah selama ini. Mengapa mesti
bersandiwara jika itu sebuah kejujuran.
“Jangan Bersandiwara, Jika Tidak
Ingin Orang Lain Juga Bersandiwara”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar