Selasa, 06 Januari 2015

Jangan ajari diriku menjadi sosok pembangkang!

          Mendengar dan melihat orang-orang yang pada bersemangat jika melontarkan kata “PULKAM”, membuat hati ini terasa iri pada mereka. Saat yang ditunggu-tunggu berkumpul dengan keluarga, memang adalah hal yang begitu dirindukan. Setelah sibuk dengan segunung aktifitas yang menguras tenaga, pikiran dan perasaan, mungkin. Kini ada kalanya, ada secuil kata tentang rindu untuk berjumpa, tergambar sebuah raut kegirangan ingin bersua. Tapi, apakah itu juga teruntuk pada diriku?

          Tidak pulang? Kapan liburnya? Kurang lebih seperti itu sepata-kata dari mereka. Menunggu diriku yang merasa kebingungan.

          Semenjak kepergian Ibu, diriku sudah menganggap engkau sebagai ibu. Menghormatimu, menyayangimu layaknya seorang anak kepada ibunya. Engkau juga sudah menganggap diriku sebagai anak, yang sebenarnya dalam ikatan keluarga memang sudah sangat dekat. Tapi mengapa semenjak diriku mendengar kabar yang kurang mengenakkan itu. itu seakan menjadi jarak yang berusaha menjauh.

          Tahukah engkau bahwa perasaan tidak bisa dipaksakan. Sebenarnya, rasa kecewa, tidak bisa di tutupi dalam diriku. Jika diriku dan engkau sudah menganggap anak atau ibu satu sama lain, otomatis blab bla bla…

          Yang jelas. Sebagaimanapun diriku berusaha taat pada engkau. Jika itu sungguh sudah terucap di depan wajahku dan terdengar langsung oleh telingaku, maka jangan salahkan diriku yang nantinya akan membangkang.

          Sudah berapa kali diriku tebarkan kepada semua. Jika diriku memiliki jiwa yang bisa menilai kepribadian seseorang. Terlebih lagi jika kepribadian seseorang itu sudah diketahui oleh banyak orang. So, apakah diriku harus melihat itu terjadi?

          Kali ini, dengarkan diriku. Diriku tidak mengapa tentang perjodohan. Asalkan TIDAK ADA PAKSAAN untuk itu. biarkan diriku yang menentukan, apakah aku terima perjodohan itu atau tidak.. so please jangan membuat aku menjadi anak yang membangkang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar