Terkadang
panggilan mereka mengganggu ketenanganku. Disaat tubuhku merasa kelelahan yang
memuncak, disaat mata insomnia ini ingin terlelap. Seketika itu pula
suara-suara memanggil namaku terngiang di pendengaran. Tiada hari tampa
berhubungan dengannya.
“Ha ha ha, dollar, dollar” Tawa sekamarku, si
Lahap Ntut mengagetkan aku yang sedang sibuk menghitung uang.
Aku
yang menyadari, maksud dari perkataannya, ikut membalas dengan ikut tertawa. “Ya,
ya ya. Uang uang terus ya… sampai ingin tidur saja, masih berhubungan dengan
uang”.
“Dollar?
Ia ia, bisa bisa” teman kamar yang lain ikut menimpali.
“Kalau
begitu, aku lantik namamu menjadi “’Si Dollar” Celetuk teman kamar yang super
amazing, hhh peace my best freands.
“Iya,
iya……” teman kamar yang selembut sutra mengangguk tanda setuju.
“Seandainya
saya yang di amanahkan, huff tak sanggup aku pegang uang sebanyak itu. terlebih
lagi dengan sumber yang berbeda-beda. Jadi pusing” teman kamar y super amazing
kembali nyeletuk.
Begitulah
seharianku. Dihantui dengan uang, uang dan uang. Sayang, itu bukan uang
pribadi, hhh. Ini tidak lain demi kita semua. Makanya rajin-rajin ya menyetor
untuk kesuksesan bersama. Si Dollar yang malang!. Ini ceritaku, mana cerita
sahabat blog Vio? J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar