Rabu, 31 Desember 2014

2015

Met tahun baru masehi (2015)

Sepertinya pergantian tahun masehi kali ini, kurang berkesan. Mungkin karena suasana di asrama yang sepi. Banyaknya teman-teman yang pulang kampung tentunya. Jadi seperti nyesel nggak pulkam juga. Tapi, semua tidak boleh disesali. Melihat kebahagiaan teman-teman yang tetap tinggal dan menyaksikan percikan cahaya-cahaya indah di langit-langit malam tadi, sekiranya mampu mengobatinya.

Selamat tinggal 2014… kemarin adalah sejarah yang akan menjadi memori dalam ingatan.

Hmmm, Perkiraan sebelumnya, V sepertinya tidak terlalu bersedih di hari jadi yang ke 21 ini. Tapi, ternyata mereka meneteskan air mata V, tanpa sepengetahuan mereka sendiri dan tanpa kesengajaan tentunya.

Tahukah kalian, bahwa hal itu mampu membuat V sangat bersedih. Kebetulan? Ya, tapi dengan itu, V harus berlari menghindar, sebelum kalian menyadari kesedihannya.

Maaf, itu bukan kesalahan mereka. Hanya saja V sudah terlanjur benci, sedih dll jika mendengarnya.

keep smile. mama, I miss U

31 Desember


Met milad untuk diriku sendiri J

Semoga lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, segala keinginan dimudahkan dan blab la bla… amiiin.

Buat semuanya, entah itu dari keluarga, sahabat, teman-teman dan yang mengenal Mega, makasih banyak tak terhingga untuk kalian. Semoga doa-doa kalian di ijabah oleh-Nya. Amiiiiiiiiiiiiiin

Buat adikku Ilham, makasih selalu ingat ultahnya kakak dan makasih juga sudah turut dalam rangkaian orang-orang yang telah mendoakan kakak..

Makasih all, kamsa-kamsa J J

Eh hampir lupa. Buat temanku sang penulis muda yang akan menjadi penulis best seller (EN) J, berfikir positif saja tentang mimpi anda yang tepat di hari kelahiranku. Dari mimpi melihat V meninggal, semoga itu tanda panjang umur buat V, dan lucunya lagi, anda memimpikan V meninggal tepat tanggal 31 des… jadi positif thingking saja sob…. J

Sekali lagi, kamsa-kamsa semua




Minggu, 28 Desember 2014

Selamat all

Met milad sanad. semoga lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan menciptakan generasi yang lebih baik . amiiiin



Selamat menempuh hidup baru buat ka' Afghan, semoga menjadi keluarga yang samawa dan melahirkan buah hati yang akan bermanfaat buat agama dan negara


hbd jannah, semoga panjang umur yang tepat dengan hbd sanad hhh,,,,, sukses dalam urusan, amin

Maaf dan Terima kasih selama ini

          Boleh kah waktu sekedar diperlambat?

          Kami takut, saat waktunya tiba. Ada kata “Selamat berjuang, selamat tinggal dan jangan pernah lelah untuk menuntut ilmu”. Kami takut, tidak akan  sanggup menerima itu semua.

          Meskipun aku secara pribadi, tidak ternilai apa-apa dibanding teman-teman yang lain. Tapi selama ini, aku berusaha menebar senyum dan menjadi anak yang tidak membangkang padamu. Meskipun aku tergolong manusia yang susah menghafal hal-hal yang berbahasa arab, tapi aku berusaha tetap berdiri kokoh di tempat ini. Tanpa berani melangkahkan kaki keluar dari jalurnya.

          Engkau telah menjadi orangtua kedua kami, Ya, setelah orang tua kandung kami tentunya. Engkau begitu ikhlas mengajarkan kami ilmu yang takkan ternilai harganya. Engkau tulus menumpahkan pembelajaran mengenai arti kehidupan yang sesungguhnya pada kami. Engkau sungguh-sungguh menggembleng kami agar kuat menghadapi kehidupan yang akan mengahadang kami nantinya. Sungguh, Engkau membekali kami dengan berkahmu, bagi orang-orang yang betul-betul ingin mendapatkan berkah itu.

          Maka dari itu. aku takut kehilangan sosok yang begitu hebat itu. aku sedih, jika tidak mendengar suara-suara khas yang membangunkan kami untuk shalat, disaat kantuk begitu kuat menggoda kami. Hati ini sakit, saat tidak ada lagi canda yang menghiasi hari-hari kami di asrama.

          Apa mungkin kami harus tersenyum, sementara hati ini merasa kesakitan? Apa mungkin kami harus tertawa, sementara jiwa ini begitu perih? Tidak… kami akan tetap menangis, meskipun akan kami sumbat wajah ini agar tidak terbaca olehmu. Agar tidak menambah kekhawatiran padamu untuk meninggalkan kami.

          Sebab, tidak seharusnya air mata mengantarmu, jika niat kami untuk melihat engkau mendapatkan yang terbaik. Tidak sewajarnya rintihan kesakitan sebagai kado terakhir. Jika naluri kami untuk mendapat berkahmu. Biarlah Allah menjalankan apa yang dikendaki-Nya. Sebab Allah pula yang  maha mengetahui hati hambanya.

          Kami akan rindu pada engkau, musyrifku. Kami akan rindu pada nasehat dan ilmumu dan kami akan rindu pada keluarga mu wahai musyrifku.


          Tiada kata yang bisa kuucapkan selain kata MAAF, MAAF DAN MAAF, jika selama ini ada terlontar kata, perbuatan yang tidak seharusnya. Aku juga sangat BERTERIMA KASIH atas segalanya selama ini. L L ;(



Just Kagum...

Kekaguman itu sering muncul pada setiap insan manusia. So, ketika aku kagum pada sosok lawan jenisku, apakah itu sebuah kesalahan padaku? Padahal itu sebuah kekaguman yang wajar, menurutku.

Sebuah kesimpatian karena sebuah hal yang di atas rata-rata, atau karena rasa takjub pada sesuatu sosok yang luar biasa dari sebelumnya, atau mungkin tercengang karena hal itu adalah baik yang lain dari yang lainnya.

Entahlah… yang jelas, pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan untukku, membuatku tidak tahu harus menjelaskan seperti apa, agar tidak terjadi fitnah. Aku hanya perempuan biasa yang tidak pantas disandingkan dengan sosok mereka yang jauh lebih tinggi dari ku. Sehingga ada kata “KAGUM” sematalah yang pantas untuk mereka, dariku.

Aku juga sosok perempuan yang tertarik dengan ilmu psikologi, sehingga bisa saja itu mempengaruhi jiwaku, menjadikan orang-orang yang diluar sana sebagai bahan penilaian ku.

Tapi. Jangan terlalu khawatir. Kekagumanku cepat berlalu seiring dengan cepatnya hal buruk itu terungkap. Sehingga, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan pada seseorang. Jika awalnya kagum, bisa saja beberapa hari kemudian, menjadi biasa-biasa saja. Dan itu pula yang sering terjadi padaku. Awalnya kagum, tapi setelah melihat kelanjutannya, rasa kagum itupun stop sampai disitu. Sedikit saja ada hal yang aneh yang terungkap dari balik kekaguman itu, maka pupus kekaguman itu.

Aku tidak menyalahkan siapa-siapa, meskipun aku sering bertanya-tanya mengapa aku sering kagum pada sosok yang memiliki ilmu tinggi, terlebih ilmu agama, memiliki akhlak yang baik, kesopanan yang utuh dan blab bla bla. Semua hanya butuh proses, untuk melihat yang sebenarnya.  




Senin, 22 Desember 2014

Met Hari Ibu, Ma'




Tiada kata yang lebih penting yang ingin aku ucapkan selain kata "RINDU" untuk mu Ma'....
I LOVE U FOREVER....

I MISS U MAMA.....

I NEED U IN MY LIFE,

UNTUK MEMBANTU VIO MENENTUKANNYA,

TAPI, SEIKAT KALIMAT YANG PERNAH MAMA SIMPAN UNTUKKU ITU,
AKAN TERNGIANG TERUS DALAM BENAKKU



Jumat, 12 Desember 2014

Mimpi !!!

Ketemu lagi sahabat Blog Vio..
Entah mengapa, Vio sering buka-buka literasi yang membicarakan tentang mimpi, baik mimpi dalam artian bunga tidur atau mimpi dalam artian impian. Mungkin salah satu alasan karena ada beberapa mimpi yang mengganjal dalam pikiran Vio. :) hhh

Dalam salah satu buku tentang tafsiran mimpi menjelaskan bahwa:
Mimpi terbagi dua: mimpi yang benar dan yang batil. Mimpi yang benar ialah yang dialami manusia tatkala kondisi psikologisnya seimbang dan keadaan cuaca sedang seperti ditandai oleh bergoyangnya pepohonan hingga berjatuhannya dedaunan. Mimpi yang benar tidak didahului dengan adanya pikiran dan keinginan akan sesuatu yang kemudian muncul dalam mimpi. Kebenaran mimpi juga tidak ternodai oleh peristiwa junub dan haid.
Adapun mimpi yang batil ialah yang ditimbulkan oleh bisikan nafsu, keinginan, dan hasrat. Mimpi demikian tidak dapat ditakwilkan. Demikian pula mimpi “basah” dan mimpi lain yang mewajibkan mandi dikategorikan sebagai mimpi yang batil karena tidak mengandung makna. Sama halnya dengan mimpi yang menakutkan dan menyedihkan karena berasal dari setan. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicarana itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.” (al-Mujaadilah: 10)
Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, disunnahkan melakukan lima perbuatan. Yaitu, mengubah posisi tidur, meludah ke kiri sebanyak tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, bangun dan shalat, dan tidak menceritakan mimpinya kepada siapa pun.
Etika pelaku mimpi ialah, pertama, dia tidak menceritakan mimpinya kepada orang yang hasud sebagaimana dikatakan Ya’kub kepada Yusuf, “Ayahnya berkata, ‘Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka akan membuat makar untuk membinasakanmu.’” (Yusuf: 5)Kedua, jangan menceritakan mimpinya kepada orang yang bodoh. Nabi saw. bersabda, “Janganlah kamu menceritakan mimpimu kecuali kepada orang yang dicintai atau kepada orang yang pandai.” Ketiga, janganlah menceritakan mimpi kecuali secara rahasia karena dia pun melihatnya secara rahasia pula. Jangan menceritakannya kepada anak-anak dan wanita. Sebaiknya mimpi itu diceritakan menjelang awal tahun dan pada pagi hari, bukan sesudah keduanya lewat.
Adapun etika pentakwil ialah sebagai berikut:
·         Pertama, jika saudaranya menceritakan mimpi kepadanya, maka katakanlah, “Aku kira mimpi itu baik.”
·         Kedua, hendaknya menakwilkan mimpi dengan cara yang paling baik. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Mimpi akan terjadi sebagaimana ia ditakwilkan.” Juga diriwayatkan bahwa beliau bersabda, “Mimpi itu bagaikan kaki yang menggantung selama belum diungkapkan. Jika telah diungkapkan, maka terjadilah.” Demikian yang disebut dalam as-Silsilah ash-Shahihah.
·         Ketiga, menyimak mimpi dengan baik, kemudian menjawab si penanya dengan jawaban yang mudah dipahami.
·         Keempat, jangan tergesa-gesa menakwilkan mimpi. Lakukanlah dengan hati-hati.
·         Kelima, menyembunyikan mimpi dan tidak menyebarkannya sebab ia merupakan amanat. Jangan menakwilkan mimpi ketika matahari terbit, ketika tergelincir, dan ketika terbenam.
·         Keenam, memperlakukan pelaku mimpi secara berbeda. Janganlah menakwilkan mimpi raja seperti menakwilkan mimpi rakyat, sebab mimpi itu berbeda karena perbedaan kondisi pelakunya.
·         Ketujuh, merenungkan mimpi yang dikemukakan kepadanya. Jika mimpi itu baik, maka takwilkanlah dan sampaikanlah kabar gembira kepada pelakunya sebelum mimpi itu ditakwilkan. Jika mimpi itu buruk, maka janganlah menakwillkannya atau takwilkanlah bagian mimpi yang takwilnya paling baik. Jika sebagian mimpi itu merupakan kebaikan dan sebagian lagi keburukan, maka bandingkanlah keduanya, lalu ambillah mimpi yang paling tepat dan paling kuat pokoknya. Jika pentakwil mengalami kesulitan, bertanyalah kepada pelaku mimpi ihwal namanya, lalu takwilkannya berdasarkan namanya itu.
Tafsiran mimpi itu, tidak boleh dipercaya 100% karena mimpi yang benar-benar hanya ada pada beberapa nabi dan rasul. Hanya rasulullah pula yang mampu menafsirkannya.

Selasa, 25 November 2014

Met milad adek FAWWAZ




      Semoga menjadi anak yang berbakti pada orangtua dan Negara. Semoga kelak menjadi anak yang cerdas, bahkan mampu menandingi kecerdasan Aba Dan Umminya.

          Fawwaz, ingat ya… jangan lupa dengan kakak ini. Fawwaz wish u all the best dheee Tidak terasa setahun berlalu, seperti baru kemarin umi membawamu dalam perutnya,,, J

          Surprise 1 tahunnya gimana? Semoga itu akan menjadi salah satu cerita di usia anak-anak, remaja, dewasa bahkan usia tuamu kelak, amiiiiiiiin.

          Foto-foto Adek fawwaz yang paling imut, lucu, ganteng dsb:





Hadir Kembali Dalam Ingatan

Membuka semua tulisan-tulisan itu, membuat napas ini terasa sesak. Membaca kata demi kata, membuat hati ini sakit, perasaan ini merasa bersalah, sampai meneteskan butiran-butiran mutiara indah dari kelopak mataku.

Aku bingung harus berkata apa, mengingat semua kenangan itu. Mengingat semua kesalahan aku. Miane …. Aku yang salah, aku yang salah.

Aku benar-benar bingung dengan perasaanku sendiri. Aku tidak tahu mengenai hati ini. Aku juga tidak bisa memaksakan sesuatu yang benar-benar, aku tidak bisa. Entahlah, mengapa aku jadi teringat itu semua. Mengapa semua itu kembali hadir dalam pikiranku?.

Miane L

Miane ;(

Aku benar-benar minta maaf. Semua serba salah, semoga semua itu tidak menjadi beban di antara kita.


Senin, 24 November 2014

Benar-benar beda

        Sungguh beda, insan di era tradisonal dengan era modern ini. Orang-orang dahulu lebih cerdas dibanding orang-orang belakangan ini. Tidak usah menengok ke belakang terlalu jauh, bisa dilihat para ulama, ahli ilmu umum dan senior-senior diluar sana. Mereka sukses dengan ilmu yang berkah, sedangkan kita masih perlu belajar dengan sungguh-sungguh.

          Tahukah sahabat, mereka menuntut ilmu dengan susah payah. Mereka harus mendaki gunung, bukit bahkan menyeberangi lautan rintangan yang begitu keras, tanpa alat transportasi yang lengkap. Mereka harus menulis dengan tangannya tanpa alat bantu modern seperti kita saat ini. Mereka harus mencari tahu ilmu itu sedalam mungkin, tanpa bantuan program-program seperti yang kita install dalam leptop kita, sahabat.

          Aku terkadang iri dengan mereka. Cemburu dengan kepintaran yang mereka miliki. Mungkin itulah salah satu alasan, mengapa ilmu mereka bertahan dan berkah. Sebab, mereka harus memeras keringat terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Mereka selalu bersabar dalam segala macam cobaan ilmu.

        Mereka tidak membangkang pada guru-guru yang telah memberi ilmu untuknya. Mereka juga dengan senang hati membantu orang-orang yang ikhlas memberikan ilmunya pada mereka. Subhanallah…

          Sedangkan, di era modernisasi ini, hampir sebagian besar pemuda-pemudi, menganggap reme segala hal. Menganggap enteng sebuah ilmu, bahkan buku seakan disejajarkan dengan kedua penopangnya. Padahal, sahabat tahu, orang-orang dulu begitu mulianya sebuah ilmu baginya, sampai-sampai jika ada sekertas ilmu saja, mereka menghargainya dengan baik. Mereka mempelajarinya dan menyimpannya dengan rapi.

          Mungkin, karena saat ini semua serba canggih. Semua jadi terasa ringan, sehingga itu membuat pemuda-pemudi jadi malas mencari tahu. Karena semua mudah, mereka jadi meremehkan segalanya.


          Sahabat Vio, jangan malas-malas yaaa! Ayo, semangat!!! J J J

Rabu, 19 November 2014

Kenapa Mesti Ada Orang Jahat?

    Sedih, miris rasanya, melihat mereka. Orang-orang lemah di luar sana yang menjerit meminta tolong. Seandainya bisa, seandainya mereka tidak malu, mereka akan berteriak di depan kalian. Ya, depan kalian, wahai para penghambur-hambur harta. Bahwa “Kasihanilah kami, bantu kami, tolong kami”. Tapi, mereka tak bisa, suaranya tercekik ketakutan, batinnya menangis kesakitan.

         Air mata ini menetes dari ujung mata bulatku, hati ini sakit melihat, mendengar kabar kematian orang-orang diluar sana. Kenapa? Ada apa dengan mereka? Ya Rabb, tolong mereka, bantu hamba agar bisa menolong mereka.

        Hari ini, 19-Nov-2014, terjadi suatu peristiwa di daerah nan jauh di sebrang sana. Tapi, mungkin saja di luar sana juga terjadi, hanya saja kabarnya tak sampai di pendengaranku.

        Disebrang sana, seorang lelaki paruh baya harus tewas mengenaskan, meninggal dengan cara yang menyedihkan. Lelaki paruh baya itu terkapar di depan sebuah taman kota dengan pakaian yang compang camping. Ya, dia saudara kita yang sangat kekurangan biaya hidup. Sahabat tahu, dia adalah orang yang sama dengan kita yang diciptakan dari tanah, tapi mengapa tak ada yang menoleh padanya untuk membantu? Sekalipun menoleh untuk menanyakan kabarnya, kehidupannya. Mengapa?

            Sedih, sangat sedih. Aku tak tega melihat dan merasakan apa yang mereka rasakan, hingga nyawanya harus terpisah dari jasatnya. Aku melihat di layar kaca itu, tubuhnya telah terbungkus sarung lusuh. Aku menyaksikan di layar kaca, tubuhnya yang sangat kurus itu, tubuhnya yang terlihat hanya tulang semata, harus berbaring yang semua mata tertuju padanya. Semua mulut saat itu, membicarakan dirinya.

            Lihat… lihatlah, sekarang kalian membicarakannya, rasa ibah kalian datang saat dirinya sudah tidak bernafas lagi. Bagaimana jika betul dia meninggal karena kelaparan dengan keluarga yang harus dihidupinya? Bagaiamana dengan itu wahai sahabat. L


      Sahabat, kulangkahkan kakiku dari depan tv. Rasanya tak sanggup lagi kumelihatnya. Mengapa mesti ada orang-orang jahat di dunia ini? Mengapa kita sebagai manusia tak peduli pada sesama? Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua. Amiiin 

Minggu, 16 November 2014

Bismillaaa hirrahmaaa nirrahiiim........ anak-anak!


Salam untuk para sahabat blog Vio…

Kali ini, Vio hadir membawa cerita tentang diri Vio. Diri Vio yang begitu misterius, J… gini ceritanya sahabat, Vio juga lupa kapan datangnya impian itu, Vio lupa awal keinginan ini muncul dalam target kehidupan Vio. Tapi, Vio tertarik dengan impian itu, impian yang sebagian besar orang melakukan itu.

       Aku suka anak-anak kecil, terlebih lagi baby-baby yang imut-imut tentunya. Hmmm, soalnya mereka lucu-lucu. Vio sangat salut dengan para ibu guru TK, Coz mereka sangat sabar menghadapi anak-anak yang sangat polos dan pastinya nakal-nakal. Sampai-sampai Vio sangat tertarik dengan para ibu guru TK. Sahabat tahu kan, mereka yang berdiri di depan kelas dengan bernyanyi-nyanyi?, Ya seperti itulah salah satu pekerjaan yang ingin aku kerjakan.

      Sebenarnya itu tidak terlepas karena Vio juga sudah memiliki niat untuk memiliki bocah-bocah itu. perempuan mana sih yang tidak mau menjadi orang yang menjalankan sunnahnya. Kho jadi kecologan nhy J

     Vio sudah ingin memilikinya dengan cara yang sah pastinya, kemudian membimbingnya dengan cara Vio sendiri. Menerapakan semua yang telah Vio dapatkan. Vio sangat ingin itu. Berusaha untuk itu. “Ya Allah,,, mudahkanlah semua”. Maka dari itu, Vio tertarik dengan pekerjaan itu.

     Dengan pekerjaan itu, Vio bisa mengajar mereka dengan akhlak yang baik dan menjadikan mereka memiliki akhlak yang baik nantinya. Kepribadiaan itu harus dibibit dan dipupuk semenjak masih dalam kandungan. Bahkan hal-hal dari orangtua itu berpengaruh bagi anak-anaknya, semua dari akhlak kedua orangtuanya juga. Jadi, penunjangnnya adalah membimbing mereka sejak kecil. So, saat TK itu juga sangat berperan.


         Hmmm… menarik khan sahabat-sahabat??? menjadi pengajar itu menyenangkan… 


Rabu, 12 November 2014

Mimpi Baik Or Buruk?


عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ إِنْ كُنْتُ لَأَرَى الرُّؤْيَا تُمْرِضُنِي قَالَ فَلَقِيتُ أَبَا قَتَادَةَ فَقَالَ وَأَنَا كُنْتُ لَأَرَى الرُّؤْيَا فَتُمْرِضُنِي حَتَّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ مِنْ اللَّهِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ فَلَا يُحَدِّثْ بِهَا إِلَّا مَنْ يُحِبُّ وَإِنْ رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتْفُلْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشَرِّهَا وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ
Artinya:
Dari Abu Salamah, dia berkata, "Saya pernah bermimpi yang membuat saya sedih. Setelah itu, saya bertemu Abu Qatadah. Lalu ia pun mengatakan kepada saya, 'Saya juga pernah bermimpi yang membuat saya sedih, sehingga saya mendengar Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya mimpi yang baik itu adalah dari Allah. Apabila kamu bermimpi yang kamu senangi, maka janganlah ceritakan kecuali kepada orang yang senang kepadamu. Jika kamu bermimpi yang tidak kamu sukai, maka meludahlah tiga kali ke kiri dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatan syetan dan keburukan mimpi tersebut serta janganlah kamu menceritakannya kepada orang lain. Dengan demikian, mimpi tersebut tidak akan mencelakakanmu.'  {Muslim 7/51-52}

            Beranjak dari hadis muslim di atas, maka Vio teringat dengan salah satu mimpi yang sebenarnya membuat Vio kaget. Kejadian yang entah mengapa, hadir mewarnai mimpi dalam tidur malam Vio.

            Vio bingung, mimpi itu termasuk dalam mimpi yang baik atau mimpi yang buruk. Sebab, menurut Vio sendiri, tidak setuju dengan kejadian itu. Vio tidak menginginkan, jika mimpi itu jadi kenyataan. Tapi, Vio juga teringat dengan ayat al-Qur’an yang kurang lebih seperti ini isinya: Sesuatu yang buruk menurut kita, belum tentu buruk menurut Allah, dan begitupun sesuatu yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah.

            Tapi, aku sangat berharap, jika mimpi itu hanya sekedar warna-warni bunga tidur semata. Entah itu baik atau tidak, yang jelas, saya tidak bisa menerima jika mimpi itu adalah kebenaran nantinya.

            Ya Rabb…

         Ya Rabbi, aku mohon petunjuk-Mu, aku ingin jika sosok dia memang orang yang baik menurut-Mu maka Engkau benarkan dia dalam hatiku. Tapi, jika dia orang yang salah, maka jauhkanlah.

     Ku sangat berharap Ya Rabb, sosoknya adalah orang yang aku kagumi, sosok yang menggetarkan hati ini, saat dia melantunkan ayat-ayat al-Qur’an. Sosok yang membuat aku terbesit percaya, ketika dia bertutur kata. Serta sosok yang memberi keteduhan pada bola mataku, tatkala dia menghormati kedua mahkotaku.


Selasa, 11 November 2014

Antologi Cerpen ke-9


Inilah buku antologi ke-sepuluh Vio, dari satu buku antologi puisi. Buku ini merangkai warna-warna perbedaan menjadi satu wujud nyata yang baik. Semoga dengan buku ini, semakin menambah niat belajar, belajar dan belajar Vio sebagai seseorang. Memotivasi Vio, jika dalam dunia ini, ada beberapa pasang mata, ada beribu-ribu kepala, dengan kepribadian maupun daerah yang berbeda. Sehingga selalu sadar, jika kita hidup secara bersosialisasi.
            Cerpen vio dalam buku kali ini berjudul Jodohku Tersentuh Oleh Tradisi Ibu, dengan sepenggal kalimat di dalamnya yaitu:

“Suamiku yang memiliki suku berbeda dari keluargaku, tak menjadi penghalang dalam rumah tangga kami. Bahkan aku yang sama sekali tak mengenal suamiku begitu pun sebaliknya, mampu berjalan beriringan dalam ketentraman dan kebahagiaan.”

Senin, 10 November 2014

Musuh Nyata Bagimu, Wahai Manusia

            Berbicara mengenai teman jin dan iblis, tak lain dan tak bukan adalah setan. Setan tak terlepas dari sosok yang menjadi musuh terbesar manusia, yang tanpa henti menggoda manusia ke hal-hal yang buruk. Semoga kita terlindung dari godaan setan, amin.
Karena setan adalah musuh manusia, sehingga sungguh mulia Sang Pencipta mengingatkan hamba-Nya tentang makhluk itu dalam lafadz-lafadz al-Qur’an. Subhanallah, Sangat banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang hal tersebut, sebab langkah-langkah setan sangatlah licik membawa manusia ke jalan yang salah. sebab itupulah jangan pernah lalai mengingat Allah sebagai pemilik segalanya. Marilah kita terus meningkatkan iman agar terhindar dari godaannya. Adapun ayat-ayatnya sebagai berikut:

1.      QS. Al-Baqarah [2] : 36
فَأَزَلَّهُمَا ٱلشَّيْطَٰنُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ
Terjemahnya: Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".

2.      QS. Al-Baqarah [2] : 168
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Terjemahnya: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

3.      QS. Al-Baqarah [2] : 208
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

4.      QS. Al-Baqarah [2] : 268
ٱلشَّيْطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
Terjemahnya: Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.

5.      QS. Al-Baqarah [2] : 275
ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
Terjemahnya: Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

6.      QS. 'Ali `Imran [3] : 36
فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّى وَضَعْتُهَآ أُنثَىٰ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلْأُنثَىٰ ۖ وَإِنِّى سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ
Terjemahnya: Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk".

7.      QS. 'Ali `Imran [3] : 155
إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَلَّوْا۟ مِنكُمْ يَوْمَ ٱلْتَقَى ٱلْجَمْعَانِ إِنَّمَا ٱسْتَزَلَّهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا۟ ۖ وَلَقَدْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ
Terjemahnya: Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

8.      QS. 'Ali `Imran [3] : 175
إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Terjemahnya: Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

9.      QS. An-Nisa' [4] : 38
وَٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۗ وَمَن يَكُنِ ٱلشَّيْطَٰنُ لَهُۥ قَرِينًا فَسَآءَ قَرِينًا
Terjemahnya: Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.

10.  QS. An-Nisa' [4] : 60
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا۟ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّٰغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوٓا۟ أَن يَكْفُرُوا۟ بِهِۦ وَيُرِيدُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا
Terjemahnya: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.

11.  QS. An-Nisa' [4] : 76
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱلطَّٰغُوتِ فَقَٰتِلُوٓا۟ أَوْلِيَآءَ ٱلشَّيْطَٰنِ ۖ إِنَّ كَيْدَ ٱلشَّيْطَٰنِ كَانَ ضَعِيفًا
Terjemahnya: Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. 

12.  QS. An-Nisa' [4] : 83
وَإِذَا جَآءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ ٱلْأَمْنِ أَوِ ٱلْخَوْفِ أَذَاعُوا۟ بِهِۦ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَإِلَىٰٓ أُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِينَ يَسْتَنۢبِطُونَهُۥ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَٱتَّبَعْتُمُ ٱلشَّيْطَٰنَ إِلَّا قَلِيلًا
Terjemahnya: Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).

13.  QS. An-Nisa' [4] : 119
وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلْأَنْعَٰمِ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيْطَٰنَ وَلِيًّا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِينًا
Terjemahnya: dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

14.  QS. An-Nisa' [4] : 120
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ ۖ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا
Terjemahnya: Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.

15.  QS. Al-Ma'idah [5] : 90
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

16.  QS. Al-Ma'idah [5] : 91
إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٰوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ فِى ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ
Terjemahnya: Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

17.  QS. Al-'An`am [6] : 43
فَلَوْلَآ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا۟ وَلَٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Terjemahnya: Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.

18.  QS. Al-'An`am [6] : 68
وَإِذَا رَأَيْتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِىٓ ءَايَٰتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيْطَٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ ٱلذِّكْرَىٰ مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Terjemahnya: Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

19.  QS. Al-'An`am [6] : 142
وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Terjemahnya: Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

20.  QS. Al-'A`raf [7] : 20
فَوَسْوَسَ لَهُمَا ٱلشَّيْطَٰنُ لِيُبْدِىَ لَهُمَا مَا وُۥرِىَ عَنْهُمَا مِن سَوْءَٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ ٱلْخَٰلِدِينَ
Terjemahnya: Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".

21.  QS. Al-'A`raf [7] : 22
فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Terjemahnya: maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

22.  QS. Al-'A`raf [7] : 27
يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Terjemahnya: Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

23.  QS. Al-'A`raf [7] : 175
وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱلَّذِىٓ ءَاتَيْنَٰهُ ءَايَٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ ٱلشَّيْطَٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ
Terjemahnya: Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

24.  QS. Al-'A`raf [7] : 200
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ نَزْغٌ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Terjemahnya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah

25.  QS. Al-'A`raf [7] : 201
إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ إِذَا مَسَّهُمْ طَٰٓئِفٌ مِّنَ ٱلشَّيْطَٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ
Terjemahnya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.

26.  QS. Al-'Anfal [8] : 11
إِذْ يُغَشِّيكُمُ ٱلنُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُم بِهِۦ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ ٱلشَّيْطَٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ ٱلْأَقْدَامَ
Terjemahnya: (Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu).

27.  QS. Al-'Anfal [8] : 48
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَعْمَٰلَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ ٱلْيَوْمَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَإِنِّى جَارٌ لَّكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَآءَتِ ٱلْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّنكُمْ إِنِّىٓ أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ ۚ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
Terjemahnya: Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.


28.  QS. Yusuf [12] : 5
قَالَ يَٰبُنَىَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلَىٰٓ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا۟ لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Terjemahnya: Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia".

29.  QS. Yusuf [12] : 42
وَقَالَ لِلَّذِى ظَنَّ أَنَّهُۥ نَاجٍ مِّنْهُمَا ٱذْكُرْنِى عِندَ رَبِّكَ فَأَنسَىٰهُ ٱلشَّيْطَٰنُ ذِكْرَ رَبِّهِۦ فَلَبِثَ فِى ٱلسِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ
Terjemanhya: Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua: "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu". Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.

30.  QS. Yusuf [12] : 100
وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى ٱلْعَرْشِ وَخَرُّوا۟ لَهُۥ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَٰٓأَبَتِ هَٰذَا تَأْوِيلُ رُءْيَٰىَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّى حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِىٓ إِذْ أَخْرَجَنِى مِنَ ٱلسِّجْنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلْبَدْوِ مِنۢ بَعْدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيْطَٰنُ بَيْنِى وَبَيْنَ إِخْوَتِىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌ لِّمَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ
Terjemahnya: Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

31.  QS. 'Ibrahim [14] : 22
وَقَالَ ٱلشَّيْطَٰنُ لَمَّا قُضِىَ ٱلْأَمْرُ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ ٱلْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوْتُكُمْ فَٱسْتَجَبْتُمْ لِى ۖ فَلَا تَلُومُونِى وَلُومُوٓا۟ أَنفُسَكُم ۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ أَنتُم بِمُصْرِخِىَّ ۖ إِنِّى كَفَرْتُ بِمَآ أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemahnya: Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

32.  QS. An-Nahl [16] : 63
تَٱللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَعْمَٰلَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ ٱلْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemahya: Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.

33.  QS. An-Nahl [16] : 98
فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ
Terjemahnya: Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

34.  QS. Al-'Isra' [17] : 27
إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا
Terjemahnya: Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

35.  QS. Al-'Isra' [17] : 53
وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُوا۟ ٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ كَانَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا
Terjemahnya: Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

36.  QS. Al-'Isra' [17] : 64
وَٱسْتَفْزِزْ مَنِ ٱسْتَطَعْتَ مِنْهُم بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا
Terjemahnya: Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.

37.  QS. Al-Kahf [18] : 63
قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا
Terjemahnya: Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali".

38.  QS. Maryam [19] : 44
يَٰٓأَبَتِ لَا تَعْبُدِ ٱلشَّيْطَٰنَ ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا
Terjemahnya: Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.

39.  QS. Taha [20] : 120
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ
Terjemahnya: Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"

40.  QS. Al-Haj [22] : 52
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِىٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلْقَى ٱلشَّيْطَٰنُ فِىٓ أُمْنِيَّتِهِۦ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Terjemahnya: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

41.  QS. Al-Haj [22] : 53
لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَٰنُ فِتْنَةً لِّلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَٱلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَفِى شِقَاقٍۭ بَعِيدٍ
Terjemahnya: agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,

42.  QS. An-Nur [24] : 21
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

43.  QS. Al-Furqan [25] : 29
لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِلْإِنسَٰنِ خَذُولًا
Terjemahnya: Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.

44.  QS. An-Naml [27] : 24
وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَعْمَٰلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ
Terjemahnya: Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

45.  QS. Al-Qasas [28] : 15
وَدَخَلَ ٱلْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍ مِّنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَٰذَا مِن شِيعَتِهِۦ وَهَٰذَا مِنْ عَدُوِّهِۦ ۖ فَٱسْتَغَٰثَهُ ٱلَّذِى مِن شِيعَتِهِۦ عَلَى ٱلَّذِى مِنْ عَدُوِّهِۦ فَوَكَزَهُۥ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۖ قَالَ هَٰذَا مِنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۖ إِنَّهُۥ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِينٌ
Terjemahnya: Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).

46.  QS. Al-`Ankabut [29] : 38
وَعَادًا وَثَمُودَا۟ وَقَد تَّبَيَّنَ لَكُم مِّن مَّسَٰكِنِهِمْ ۖ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَعْمَٰلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَكَانُوا۟ مُسْتَبْصِرِينَ

Terjemahnya: Dan (juga) kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam.